Beasiswa darmasiswa

Mahasiswa Asing Diminta Promosikan RI

Kompas.com - 20/04/2011, 21:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh meminta para mahasiswa asing penerima beasiswa Darmasiswa dapat menjadi sumber informasi yang benar dan mempromosikan Indonesia secara obyektif sekembalinya mereka ke negara masing-masing. Hal itu disampaikan M Nuh saat memberikan sambutan pada prosesi pembekalan akhir, Rabu (20/4/2011) malam, di Kantor Kementerian Pendidikan Nasional, Senayan, Jakarta. Pada Kamis (21/4/2011) besok, ratusan mahasiswa dari sejumlah negara ini akan kembali ke negaranya masing-masing.

"Dengan berakhirnya program Darmasiswa ini, para peserta, selain akan menjadi alumni dari masing-masing lembaga perguruan tinggi, juga diharap dapat mempromosikan Indonesia secara obyektif," kata Nuh.

Nuh berharap, para mahasiswa peserta Darmasiswa ini tetap menjaga komunikasi. Selain itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di setiap negara dapat mengadakan forum alumni Darmasiswa RI, sehingga keberhasilan program ini dapat benar-benar terasa dan dirasakan semua pihak.

Pada tahun 2011 ini, distribusi program Darmasiswa semakin luas, mengingat 44 persen pesertanya berasal dari kawasan Asia dan  Eropa sebanyak 41 persen. Tak hanya itu, peserta dari benua lain pun semakin meningkat, seperti mahasiswa yang berasal dari Amerika sebanyak 60 orang dan Afrika 20 orang. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau