Erwin Aksa: Mari Bersaing dengan Sehat

Kompas.com - 20/04/2011, 23:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kandidat bakal calon Ketua Umum PSSI, Erwin Aksa, meminta semua pihak untuk menghormati semua peraturan yang ada dan asas demokrasi di dalam organisasi.

Erwin Aksa resmi mendaftarkan namanya sebagai bakal calon Ketua Umum PSSI periode 2011-2015. Sejauh ini ia didukung oleh 7 klub dan pengprov dari Pulau Sulawesi, Kalimantan, Papua, dan Sumatera. Erwin mengatakan, dukungan ini kemungkinan akan bertambah seiring perjalanan menuju kongres nanti.

"Saya merasa terpanggil untuk bisa mengabdi di dalam membangun dan membesarkan olahraga sepak bola ini. Tentunya niat ini didasari dari keinginan teman-teman, dari klub-klub yang selama ini memang pernah saya bina," ujar Erwin di kantor PSSI, Rabu (20/4/2011).

Erwin Aksa bukanlah orang baru di dunia sepak bola nasional. Ia pernah menjabat menjadi manajer termuda Indonesia di PSM Makassar pada 2002. Saat itu usianya masih 21 tahun.

"Saya melihat sepak bola ini adalah olahraga yang paling diminati masyarakat kita. Olahraga ini tentunya bisa membawa kebersamaan dan kebanggaan bagi negara kita. Oleh karena itu, saya terpanggil untuk bisa ikut membangun sepak bola negara ini," lanjut Erwin yang masih menjabat Ketua Umum HIPMI.

Erwin akan bersaing dengan sejumlah orang yang sudah lebih dulu masuk, yaitu Syarif Bastaman, George Toisutta, Adhan Dambea, Diza Rayid Ali, Djohar Arifin Husin, Wahidin Halim, Arifin Panigoro, dan Adhyaksa Dault.

"Saya siap ikut bersaing. Saya dilatih untuk berdemokrasi di dalam organisasi. Mari kita berdemokrasi di dalam organisasi dengan baik. Yang paling penting adalah persaingan secara sehat," pungkas Erwin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau