Konsesi Kalibaru Selama 35 Tahun

Kompas.com - 21/04/2011, 04:37 WIB

Jakarta, Kompas - Kementerian Perhubungan menghitung, konsesi proyek pembangunan Terminal Kalibaru Utara di Pelabuhan Tanjung Priok bisa berlangsung 35 tahun. Pasalnya, investor swasta juga diminta membangun jembatan dengan bentang 700 meter dan memperdalam alur laut sisi timur.

Demikian penegasan Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, Rabu (20/4) di Jakarta, saat meninjau Pelabuhan Tanjung Priok. Bambang didampingi Direktur Kepala Kesatuan Pengamanan Laut dan Pantai (KPLP) Tanjung Priok Yudustar dan Adpel Tanjung Priok Susetyo Widayat Hadi.

Bambang mengatakan, tender diarahkan untuk pengerjaan tiga tahap terminal sekaligus. ”Hal ini dimaksudkan supaya lebih layak finansial buat investor. Di sisi lain, masa konsesi yang diperkirakan 30 tahun dihitung jadi 35 tahun,” katanya.

Terminal Kalibaru Utara tadinya akan dibangun dalam tiga tahap. Sebagai contoh, tahap pertama berupa pembangunan lapangan kontainer seluas 77 hektar berbiaya Rp 11 triliun termasuk pembangunan jembatan dengan bentang 700 meter.

Menurut Bambang, perusahaan perkapalan Perancis, CMA-CGM, yang memenangi tender Pelabuhan Batu Ampar, Batam, mengantongi konsesi 50 tahun. ”Jadi ada preseden mengenai konsesi pelabuhan hingga puluhan tahun,” ujarnya.

Perpanjangan konsesi juga memperhitungkan pembangunan jembatan dan alur yang direncanakan untuk diserahkan ke investor supaya lebih cepat selesai. ”Kami berharap anggaran negara dapat dialihkan ke pos lain dengan penghematan anggaran negara yang didapat bila memang investor mampu membangunnya,” kata Bambang.

Tim asistensi

Bambang mengatakan, pekan depan Menteri Perhubungan menandatangani pembentukan Tim Tender Proyek Kalibaru Utara, dan Tim Asistensi Tender. ”Tim Asistensi terdiri dari antarkementerian, antara lain Kementerian Koordinator Perekonomian, Bappenas, dan BPKP. Kami ingin tender cepat mendapat pemenang, dan terminal itu segera dibangun,” katanya.

Tanpa tahap I Terminal Kalibaru berkapasitas 1,9 juta juta setara 20 kaki unit (twenty foot equivalent units/TEUs), kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok akan jenuh di tahun 2014. Di tahun itu, volume barang di Tanjung Priok akan mencapai 6,1-6,2 juta TEUs per tahun.

Anggota DPR Komisi V dari PDI-P, Nusyirwan Soejono, mengatakan, tender mutlak dikerjakan. ”Namun, saya berharap Pelindo II menang tender karena Tanjung Priok merupakan pelabuhan strategis,” katanya.

Nusyirwan mengatakan, andai pemenang tender Terminal Kalibaru adalah investor asing, Indonesia harus merelakan pelabuhan terpentingnya dikelola asing. (RYO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau