10 Obat Ini Paling Banyak Diresepkan

Kompas.com - 21/04/2011, 10:39 WIB

KOMPAS.com - Tren penggunaan obat generik di Amerika Serikat ternyata terus berlanjut. Laporan terbaru yang dirilis IMS Institute for Healthcare Informatics tentang penggunaan obat-obatan di AS selama kurun waktu 2010 menunjukkan, sebagian besar obat-obat yang diresepkan di Negeri Paman Sam tersebut adalah obat dari jenis generik.

Melanjutkan tren dalam beberapa tahun terakhir, IMS menemukan bahwa 78%  dari sekitar 4 miliar resep yang dituliskan oleh dokter di AS sepanjang 2010 adalah obat-obat generik (baik yang tidak bermerek maupun yang dijual dengan menggunakan merek). Angka ini naik 4 % dibandingkan tahun 2009, sekaligus membuat market share obat generik terus mengalami peningkatan dalam kurun lima tahun terakhir.

Berikut adalah 10 obat yang paling banyak diresepkan (diurutkan berdasar peringkat tertinggi) :

1. Hydrocodone (dikombinasi dengan acetaminophen) -- 131.2 juta resep

2. Obat penurun kolesterol generik merek Zocor (simvastatin), -- 94.1 juta resep

3. Lisinopril (termasuk yang dijual dengan merek Prinivil dan Zestril), obat penurun tekanan darah -- 87.4 juta resep  

4. Hormon tiroid sintetis generik merek Synthroid (levothyroxine sodium),  -- 70.5  juta resep

5. Obat penurun tensi/angina generik merek Norvasc (amlodipine besylate),  -- 57.2 juta resep

6. Obat antasida generik merek Prilosec (omeprazole),  -- 53.4 juta resep (belum termasuk penjualan secara bebas/otc)     7. Obat antibiotik Azithromycin (termasuk yang dijual dengan merek Z-Pak dan Zithromax),  -- 52.6 juta resep

8. Antibiotik Amoxicillin (dengan berbagai macam merek), -- 52.3 juta resep

9. Obat diabetes generik Glucophage (metformin),  -- 48.3 juta resep

10. Obat penurun tensi Hydrochlorothiazide (dengan beragam merek), -- 47.8 juta resep.

  10 Obat dengan nilai penjualan tertinggi

Memang bukan hal yang mengejutkan kalau obat-obat generik bukanlah sumber pendapatan tertinggi bagi para produsen obat. Buktinya, meskipun obat generik paling banyak diresepkan, tetapi obat yang sudah lepas masa patennya ini tidak mencatat nilai penjualan tertinggi.

Obat-obat yang paling banyak menghabiskan biaya bagi pasien adalah obat-obat paten yang masih terbilang baru dan masih mendapat perlidungan dari  kompetisi obat generik.

IMS melaporkan, bahwa rakyat Amerika menghabiskan sekurangnya 307 miliar dollar AS untuk menebus resep obat pada 2010. Angka ini naik 2,3 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 300 miliar dollar AS. 

Inilah 10 nama obat yang paling banyak menguras kantong pasien di AS :

1. Lipitor, obat penurun kolestrol -- $7.2 miliar
2. Nexium, obat antasida -- $6.3 miliar
3. Plavix, obat pengencer darah -- $6.1 miliar
4. Advair Diskus, inhaler untuk asma-- $4.7 miliar
5. Abilify, obat antipsikotik  -- $4.6 miliar
6. Seroquel, obat antipsikotik  -- $4.4 miliar
7. Singulair, obat oral untuk asma -- $4.1 miliar
8. Crestor, obat penurun kolesterol -- $3.8 miliar
9. Actos, obat diabetes  -- $3.5 miliar
10. Epogen, obat anemia yang disuntikan -- $3.3 miliar

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau