Bom buku

Pelaku Teror: "Maaf, Maafin Saya, Bu..."

Kompas.com - 21/04/2011, 14:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Darto, salah seorang pelaku teror bom buku yang diringkus Densus 88 Antiteror Polri di rumah kontrakannya sekitar Taman Pemakaman Umum Tanah Merah, Pondok Kopi, Jakarta Timur, Kamis (21/4/2011) pukul 05.00, meminta maaf kepada tetangga sekitar rumahnya terkait penangkapan dirinya tersebut.

Ia menyatakan permohonan maafnya kepada tetangga yang selama ini sudah terbilang akrab dengannya.

"Maaf, maafin saya, Bu," ujar Darto kepada seorang tetangganya, Maryati, ketika pria tersebut digiring Densus 88 Antiteror menuju kendaraan.

Ucapan maaf dari terduga teroris itu langsung dijawab Maryati. "Iya, Ibu maafin. Tapi kok kamu bisa begitu (terlibat aksi teror)." Mendengar itu, Darto diam sejenak dan sepertintya tak tahu harus menjawab apa.

"Saya juga enggak tahu, Bu," tuturnya. Darto diringkus aparat bersama empat rekannya di rumah kontrakan mereka di Pondok Kopi, Kamis pagi. Penggerebekan itu terjadi pada saat sebagian warga masih terlelap.

Maryati baru mengetahui kehadiran Densus 88 Antiteror berada di sekitar rumahnya ketika ia sedang ziarah ke makam anaknya di TPU Tanah Merah. Seorang aparat datang menghampiri dirinya dan meminta agar ia tak kembali dulu ke rumahnya karena Densus 88 Antiteror sedang melakukan penggerebekan.

Tim Densus 88 Antiteror yang tiba di lokasi melakukan penggerebekan di dua tempat kontrakan. Tanpa perlawanan berarti, lima pria, termasuk Darto, berhasil dilumpuhkan. Mereka selama ini sudah menjadi target karena diduga sebagai pelaku teror bom buku.

Dari informasi yang dihimpun Tribun, kelima pria tersebut bekerja sebagai penjual mainan anak-anak dan lainnya ada yang menjual bubur sumsum.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau