Wah! Ini Alun-alun 'Paling Sehat Sedunia'

Kompas.com - 21/04/2011, 14:28 WIB

KENDAL, KOMPAS.com - Anda pernah lewat atau mampir di kota Kendal Jawa Tengah? Atau, pernahkah Anda mampir di alun-alun mini yang ada di depan komplek perkantoran pemerintahan Kabupaten Kendal? Cobalah mampir barang sejenak.

Bagi Anda yang punya penyakit rematik, atau capek karena mengendarai mobil dan motor, dijamin penyakit dan kelelahan akan sirna. Anda hanya perlu melepaskan alas kaki dan memutari alun-alun kota ini. Ya, di sepanjang sisi alun-alun tersebut ada kerikil refleksi.

Menurut Bupati Kendal Widya Kandi Susanti, yang menggagas pembuatan alun-alun ini, tujuan diberinya batu refleksi supaya masyarakat Kendal tidak mudah teserang penyakit rematik.

"Alun-alun ini kami beri nama alun-alun mini untuk kesehatan. Sebab yang datang ke sini bisa berolahraga atau jalan kaki di batu-batu kecil tersebut," kata Widya, Kamis (21/4/2011).

Tidak heran, kalau kemudian gagasan kepala daerah yang juga dokter itu, disambut dengan baik oleh masyarakat. Terbukti, baik pagi maupun sore, alun-alun tersebut, sering dikunjungi oleh masyarakat, hanya untuk sekadar jalan kaki di atas lintasan dengan batu refleksi itu.

Selain alun-alun mini, di depan kantor Bupati juga terdapat alun-alun yang besarnya kira-kira 10 kali lipat dari alun-alun kecil tersebut. Namun alun-alun besar tersebut hanya dipakai untuk acara pemerintahan dan bila libur tiba digunakan oleh para pedagang kaki lima.

"Khusus untuk alun-alun mini atau alun-alun kesehatan ini, tidak boleh digunakan oleh PKL untuk berjualan. Biar bersih dan yang maujalan kaki menikmati pijatan batu refleksi tidak terganggu," kata Widya lagi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau