Menkeu Dorong IPO Newmont

Kompas.com - 21/04/2011, 15:46 WIB

JJAKARTA, KOMPAS.com -  Agenda pemerintah pusat yang berkeras ingin mengambilalih sisa saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara (NTT) sebanyak tujuh persen mulai tersibak. Salah satu agendanya adalah ingin mendorong transparansi tambang emas tersebut, yakni dengan mendorongnya melepas saham perdana atau IPO di bursa efek Indonesia atau BEI.

"Saya harus pastikan bahwa IPO-nya harus dilakukan di Indonesia. Sebab, banyak perusahaan yang sengaja IPO di luar negeri. Tetapi untuk Newmont harus di dalam negeri," ujar Menteri Keuangan Agus Darmawan Wintarto Martowardojo di Jakarta, Kamis (21/4/2011) usai bertemu dengan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa.

Keberanian pemerintah untuk ikut menjadi penentu arah NNT itu muncul karena proses penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pembelian saham tujuh persen sudah selesai pada 18 April 2011. Kesepakatan itu dilakukan antara manajemen PT Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dengan manajemen NNT. Sebelumnya, Menteri Keuangan sudah menegaskan rencana pembeliannya secara resmi kepada NNT pada 14 April 2011.

"Kesepakatan sudah kami selesaikan tanggal 18, yang lain hanya masalah administratif. Terus daerah sudah punya saham 24 persen, dan pusat mengambil tujuh persen. PIP yang diinstruksikan untuk melaksankannya pada tanggal 18 itu," ujarnya.

Agus menegaskan, penggunaan tangan PIP dalam transkasi pembelian saham divestasi Newmont tidak menyalahi aturan dan tidak mengandung konflik kepentingan. Memang, pada awalnya, dana yang dikelola PIP harus diinvestasikan pada infrastruktur dan perumahan. Akan tetapi setelah itu, PIP diberi kewenangan untuk investasi umum.

"Jadi, secara kewenangan prosedur serta tujuan semua sudah betul, daerah ambil 24 persen pusat tujuh persen. Kami mengharapkan dukungan semua pihak ini dapat berjalan dengan baik. Karena yang 7 persen ini cerminan daripada pemerintah pusat, cerminan dari 237 juta rakyat Indonesia," ujarnya.

 

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau