Agum: Blatter Positif soal PSSI

Kompas.com - 22/04/2011, 06:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komite Normalisasi PSSI, Agum Gumelar, mengatakan, Presiden FIFA Sepp Blatter bersikap positif terhadap perkembangan PSSI.

Kepada wartawan, Agum menjelaskan panjang lebar mengenai kunjungannya ke markas FIFA di Zurich, Swiss, 19 April lalu. Pada awalnya, Agum mendapat janji untuk bertemu dengan Blatter pada pukul 10.30 waktu setempat. Namun, Thierry Regenass selaku Direktur Keanggotaan dan Pengembangan Asosiasi di FIFA minta bertemu Agum pada pukul 09.00.

"Waktunya dipercepat. Regenass meminta datang lebih awal untuk konsultasi dengan yang bersangkutan (Regenass)," ungkap Agum di ruang konferensi pers Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (21/4/2011).

"Saya jelaskan semua permasalahan, termasuk mengenai kongres tanggal 14 April. Saya mendengar masukan pemilik suara, saya sepakati pertemuan itu menjadi kongres. Tidak ada tekanan sama sekali," sambungnya.

Agum juga memaparkan argumennya tentang pencalonan Goerge Toisutta dan Arifin Panigoro yang diinginkan oleh mayoritas pemilik suara kepada Regenass. Sempat terjadi perdebatan di antara keduanya.

"Regenass tidak bisa terima. Saya sedikit bersikeras dengan dia. Saya jelaskan bahwa saya tidak punya interest. Misi saya adalah membawa sepak bola Indonesia kembali normal. Namun, di dunia ini banyak orang keras, termasuk dia," ucap Agum.

Agum melanjutkan, Regenass tetap bersikeras dengan pelarangan terhadap Toisutta dan Arifin untuk maju. Keputusan FIFA tetap sama dengan keputusan 4 April lalu. Setelah berdiskusi dengan Regenass, Agum kemudian diterima Blatter di ruangannya.

Ketika masuk, Agum mengaku kaget melihat bendera FIFA dan Indonesia disandingkan bersama. "Blatter memberi sambutan positif. Kami berdiskusi, saya laporkan semuanya dan beliau terima dengan baik, termasuk masalah empat kandidat. Mungkin setelah menerima laporan dari saya, Blatter tidak bisa langsung memutuskan. Tidak bisa saat itu juga. Beliau minta waktu 1-2 hari mengambil keputusan," katanya lagi.

FIFA pun melakukan rapat keesokan harinya. Pada Kamis (21/4/2011) siang, PSSI menerima keputusan resmi dari FIFA. Hasilnya, pasangan Toisutta dan Arifin tetap ditolak.

Agum pun mengaku sangat kecewa dengan hal ini dan minta maaf kepada keduanya karena gagal meloloskan nama mereka.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau