Zivanna Letisha Siregar: Hobi Saya Ngomong

Kompas.com - 22/04/2011, 20:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Zivanna Letisha Siregar atau sosok yang lebih akrab disapa Zizi memang layak mendapatkan apresiasi, terlebih keinginannya untuk lebih berkecimpung di dunia jurnalistik. Ditemui di kediamannya di kawasan Cinere, Depok, Rabu (20/4/2011), Zizi yang juga mahasiswi Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia (UI) ini menceritakan rencananya untuk terjun secara total menjadi seorang jurnalis.

"Aku ingin seperti Bang Andy (Andy F Noya) yang punya acara talk show sendiri. Suatu saat di masa depan nanti, aku pasti punya acara seperti itu," kata Zizi bersemangat.

Dalam perbincangan dengan reporter magang Kompas.com, Teguh Prayoga Sudarmanto  dan fotografer Banar Fil Ardi, Zizi juga menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan pembaca dan penggemarnya. Dengan ramah, Zizi menjawab kesemua pertanyaan yang dialamatkan kepadanya.

Setelah selesai kuliah, apa yang akan Anda lakukan? (Ahmad Fadilah, Bukit Baruga Makassar, afadilah***@rocketmail.com) Aku kan cuti setahun karena waktu itu aku terlibat dalam ajang Puteri Indonesia 2008 dan Miss Universe 2009. Jadi bayangannya, aku itu walaupun angkatan 2007 di kampus, tapi aku bisa dianggap anak 2008. Insya Allah aku lulus setahun lagi. Sekarang aku masih sibuk kuliah. Hmm.. nanti setelah lulus dan ke depannya, aku pengin jadi pembawa acara atau presenter. Aku ingin banyak terlibat dalam dunia jurnalistik karena sejak kecil aku sudah dibiasain berbicara di depan publik. Jadi, dalam tradisi Batak, setiap orang baik itu laki-laki maupun perempuan harus terbiasa dengan kebiasaan berbicara di depan publik.

Siapa idola Anda di dunia jurnalistik?

Aku ingin sekali seperti bang Andy yang punya acara Kick Andy. Ya, aku harus masih banyak belajar lagi. Aku juga sekarang menjadi presenter berita di Liputan 6. Sekarang fokus dulu sama kuliah karena nggak maksimal karier aku jalankan selama aku masih kuliah. Zizi membuat 'lompatan' karier yang tidak lazim, dengan masuk di dunia jurnalistik. Apa yang menginspirasi Zizi mengambil keputusan tersebut? (Ananta Politan Bangun, Medan, ****@jissgroup.com, blog: www.telaah.info)

Karena aku suka. Selain itu, aku sedari kecil sudah dibiasakan untuk berbicara di depan publik. Seperti tadi yang aku bilang, di Batak, kita sudah dibiasakan untuk berbicara di depan publik. Bahkan, sedari kecil aku dikenal sama keluargaku sebagai orang yang hobi ngomong. Jadi, sekarang ketika berbicara di depan orang banyak, aku tidak canggung.

Apakah ada keinginan yang belum tercapai, tapi menjadi dipermudah setelah berhasil menggapai popularitas melalui kontes Puteri Indonesia?  

Aku ingin punya tv show sendiri. Sekarang pun, aku perlahan-lahan juga sedang merealisasikan mimpiku itu dengan menjadi presenter di Liputan 6 dan aku sangat menikmatinya.

Selain tertarik dengan dunia presenter apakah Anda tertarik juga dengan dunia akting yang marak diikutin oleh putri-putri indonesia lainnya? (Komang Lery Sastra, Nusa Dua Bali, lerry***@gmail.com)

Sangat tertarik. Alhamdulillah, sudah ada yang menawarkan tapi belum aku ambil karena aku belum sreg aja. Mungkin belum jodoh saja. Salah satu cita-cita aku adalah masuk dunia teater. Aku tertarik banget pengin ikutan dunia teater.  Itu salah satu keinginan aku buat masuk teater daun (salah satu kelompok teater di Universitas Indonesia).  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau