Jelang pernikahan william-kate

Kate Tegang Menjelang Pesta Pernikahan

Kompas.com - 23/04/2011, 10:14 WIB

Oleh Gatot Widakdo

KOMPAS.com — Suasana menjelang hari pernikahan Pangeran William (28) dan Kate Middleton (29) pada 29 April terus menghangat. Ulasannya terkesan mengada-ada. Namun, demam itu nyata.

Media massa Inggris berlomba-lomba menyajikan berita terbaru, dari seputar persiapan pernikahan sampai gosip soal cincin, tata rias, dan busana.

Surat kabar The Sun terbitan Rabu (13/4/2011) mengulas cincin Kate di halaman depan. Dalam ulasan yang bersumber dari kerajaan itu disebutkan, Kate sedang stres. Cincin pertunangannya longgar. Kate sangat mengkhawatirkan cincin itu akan lepas dari jarinya. Kate pun meminta perbaikan ke Crown Jewellers G Collins and Sons untuk menambah platinum.

”Saya berharap Kate tidak khawatir akan cincin itu menjelang pernikahan. Saya sudah memotret Kate dalam lima kesempatan sejak dia resmi dinyatakan bertunangan dengan William. Dia sedikit tegang menghadapi hari pernikahannya,” kata Arthur Edwards, fotografer Kerajaan Inggris.

Edwards menambahkan, Kate adalah wanita yang anggun. Namun, kecantikan dan keanggunannya berbusana tak mampu menutupi ketegangan itu. ”Jika saja bisa berbicara langsung kepadanya, saya akan bilang dia sudah membuat langkah yang benar. Berhentilah cemas, santai saja, dan berusaha menikmati setiap momen di saat pernikahan dan setiap hari yang akan dia jalani,” ujarnya.

Ikon busana
Bukan soal cincin longgar saja. Busananya pun dibahas. Kamis (14/4/2011) lalu, Kate terpilih sebagai wanita yang layak menjadi ikon dalam berbusana. Dalam survei terhadap sekitar 2.000 wanita di seluruh Inggris, Kate berada di peringkat teratas. Dia mengalahkan Cheryl Cole dan penyanyi Lady Gaga.

Penampilan Kate menjadi tren baru bagi kaum perempuan di Inggris. Penjualan high gloss shampoo dan pelembut rambut pun meningkat 27 persen sebulan terakhir. Wanita Inggris ingin mengikuti, bahkan menyamai, penampilan Kate, termasuk model rambutnya.

Pernikahan William dan Kate juga memberi keuntungan bagi penjaja cendera mata, seperti disaksikan Kompas di sekitar obyek wisata Trafalgar Square, Parliament Square, dan lokasi Big Ben. Suvenir juga banyak dijual di Buckingham Palace.

Berbagai barang, seperti gelas, piring, jam, bola kristal, tatakan gelas, atau taplak berlabel foto William dan Kate, laku keras. Harganya bervariasi dari 5 poundsterling sampai 100 poundsterling, bahkan lebih.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau