Bieber Ajak Cewek ke Panggung, Penonton Lain Cemburu

Kompas.com - 24/04/2011, 09:24 WIB

BOGOR, KOMPAS.com -- Seperti sudah bisa ditebak, antara lain lewat tiket yang cepat terjual habis, dalam konser Justin Bieber (17) di Sentul International Convention Center (SICC), Sentul City, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/4/2011) malam, tertebar histeria para penonton untuk setiap nyanyian dan gerak Bieber di panggung.  

Bintang pop remaja dari Kanada ini memulai aksinya pukul 20.00 WIB tepat, setelah grup Gruvi dan seorang DJ dari AS usai manggung. Ia langsung disambut hangat oleh kira-kira 10.000 orang, bagai sebuah tim sepak bola kesayangan di hadapan para pendukung.

Bieber--yang yang mengenakan blus kaus dan jaket kulit mengilap serbahitam dan celana panjang putih serta sepatu khasnya--membuka pertunjukannya dengan menari bersama empat penari latarnya dan menyanyikan "Love Me". Para penonton terkesan seolah tak percaya bahwa akhirnya idola mereka hadir di depan mereka.

Penampilan Bieber dibagi menjadi tiga sesi dengan dua jeda. Pria kelahiran 1 Maret 1994 ini menyuguhkan kira-kira 15 lagu dalam durasi 90 menit. Lagu-lagu itu antara lain "Love Me", "Heartbreaker", "You Smile", "I Will Never Let You Go", "One Less Lonely Girl", "Somebody to Love", "Never Say Never", "That Should be Me", "Eenie Meenie", dan, tentu saja, hit "Baby" sebagai penutup.

Pada sesi pertama, Bieber bertutur kepada para penonton, "Hai publik Indonesia, saya senang ada di sini. Untuk publik Indonesia, selamat datang di dunia saya. Saya akan melakukan apapun untuk membuat anda tersenyum." Maka menggemalah histeria para penonton.

Dalam sesi yang sama, tiba-tiba sebagai pelengkap aksi Bieber dalam lagu "One Less Lonely Girl", seorang cewek tiba-tiba diajak oleh Bieber ke panggung. Bieber tampil mesra dengannya. Para penonton, yang kebanyakan merupakan remaja putri, serentak menjerit, "Aaahhh!!!" tanda gemas campur cemburu, ketika Bieber memegang dagu cewek itu sambil menyanyi.

Perpindahan dari sesi pertama ke sesi kedua diisi dengan tayangan video biografi singkatnya. Video tersebut menunjukan bahwa Bieber memang telah dekat dengan dunia musik sejak kecil.

Dalam sesi kedua, Bieber tampil dengan stelan serbahitam dan jaket kulit coklat yang mengilap. Dua lagu saja dibawakan olehnya, yaitu "Never Say Never" dan "Somebody to Love". Histeria para penonton pun bersambung. Namun, begitu "Somebody to Love" selesai diluncurkan dan Bieber meninggalkan pentas, para penonton mengira pertunjukan idola mereka sudah sampai di ujung. Maka berseru lah mereka, "We want more, we want more."

Konser memang belum berakhir. Masuk ke jeda kedua, seorang DJ dari AS, yang telah membuka pertunjukan Bieber, beraksi lagi dengan me-remix beberapa lagu Bieber dan lagu artis-artis musik pop internasional lainnya.

Setelahnya, tiba-tiba Bieber kembali ke panggung. Ia mengenakan jaket kulit merah mengilap. Para penonton pun dibikinnya histeris lagi--dengan "That Should be Me". Dalam sesi ketiga, beraksi pula seorang skater bersama empat penari latar Bieber.

Selain itu, Bieber juga sempat melempar topi ke arah para penonton dan bermain drum. Ia terlihat kelelahan, tapi tetap bersemangat menunjukkan permainannya yang variatif.

"I Close My Eyes" dibuat oleh Bieber seolah menjadi lagu penutup konsernya. "Saya hanya bisa menyanyi satu lagu lagi, 'I Closed My Eyes'," ucapnya. Seolah tak terima hanya bisa menikmati suguhan Bieber sampai di situ, para penonton kembali berteriak, "We want more, we want more!"

Bieber pun membalas, "Lagu apa yang anda ingin dengar?" Para penonton serempak bersorak dan berseru, "'Baby'!"

Tapi, Bieber tidak langsung memenuhi permintaan tersebut. Ia malah mencandai para penonton dengan mendendangkan potongan dua lagu artis musik dunia yang memiliki judul dengan kata "Baby". Sebut saja, "Baby One More Time" dari Britney Spears.

Akhirnya, "Baby" dilantunkan. Bieber pun betul-betul tak muncul lagi sesudah menyelesaikan lagu tersebut. Bait terakhir lagu itu pas untuk perpisahan para penonton dengan sang idola. "Gone... gone... I am gone...," dendangnya. "Terima kasih banyak Indonesia, anda menakjubkan!" tutupnya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau