Pascakemelut mesir

Jual Gas ke Israel, Dua Menteri Diadili

Kompas.com - 24/04/2011, 11:42 WIB

KAIRO, KOMPAS.com — Dua mantan menteri Mesir akan menghadapi pengadilan terkait kasus penjualan gas alam kepada Israel dengan harga murah. Sumber-sumber di pengadilan menyatakan, Sameh Fahmi dan Mahmud Latif dituduh merugikan negara 714 juta dollar AS karena transaksi itu.

Lima pejabat kementerian perminyakan juga akan diadili dengan tuduhan yang sama. Fahmi dan Latif, yang sebentar menjadi menteri perminyakan awal tahun ini, sudah dalam tahanan. Sumber di pengadilan tersebut mengatakan, keduanya dituduh "mengekspor" gas kepada Israel dengan harga lebih rendah dari harga internasional sehingga merugikan keuangan publik.

Pemeriksaan dalam kesepakatan kontroversial itu telah diperluas kepada presiden yang digulingkan Hosni Mubarak. Mubarak, yang telah ditahan karena dicurigai terlibat dalam kematian demonstran, ditanya tentang kontrak pada awal pekan ini. Mantan orang kuat berusia 82 tahun itu kini berada dalam tahanan polisi di rumah sakit di Resor Laut Merah Sharm el-Sheikh.

Pers setempat melaporkan bahwa Mubarak membantah mengetahui secara mendalam tentang perundingan untuk perjanjian 2005 dengan Israel. Kantor berita negara MENA melaporkan pekan lalu bahwa perdana menteri Mesir telah meminta untuk merevisi semua kontrak pemasokan gas ke luar negeri, termasuk ke negara Yahudi itu.

Mesir diperkirakan memasok 40 persen kebutuhan gas Israel. Pihak MENA menyatakan, Perdana Menteri Essam Sharaf telah diarahkan untuk merevisi dan meninjau ulang semua kontrak gas Mesir yang disetujui dengan semua negara, termasuk Jordania dan Israel.

Adapun penyelidikan pemeriksaan terhadap korupsi tersebut telah diluncurkan di bawah penguasa dewan militer yang mengambil alih kekuasaan ketika Mubarak digulingkan pada 11 Februari 2011, menyusul protes-protes antirezim. Beberapa anggota kuat bekas rezim dan rekan dekat mereka sedang diperiksa oleh jaksa, termasuk putra Mubarak, Alaa dan Gamal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau