Nawa Tunggal
Budidaya bunga langka spesies Rafflesia patma di luar habitat oleh periset Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor menapak separuh jalan. Ada harapan mengungguli Malaysia yang mengklaim berhasil membudidayakan salah satu jenis rafflesia lainnya. Namun, klaim budidaya Malaysia itu masih di lingkungan habitatnya.
Pada kenyataannya, saya berhasil membudidayakan
Untuk menuntaskan klaim keberhasilan membudidayakan salah satu spesies bunga rafflesia itu, Sofi butuh waktu tak singkat. Selain itu, juga dukungan penuh pemerintah.
Kepala PKT-KRB Mustaid Siregar mengatakan, klaim mampu membudidayakan bunga langka rafflesia akan menjadi kebanggaan bangsa. Klaim bisa dilakukan setelah metode yang sama kembali berhasil membudidayakan rafflesia.
Sejauh ini keberhasilan Sofi membudidayakan
Tahun 1929 ahli botani Belanda berhasil membudidayakan bunga rafllesia dengan spesies
Dari artikel ahli botani Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), Ervizal AM Zuhud, diketahui
Ervizal mengemukakan,
”Pemerintah harus memprioritaskan penyelamatan habitat bunga
Stamford Raffles
Bunga rafflesia mengingatkan kita pada Thomas Stamford Raffles. Orang Inggris yang pernah ditunjuk menjadi Gubernur Jenderal Hindia Belanda itu pada tahun 1817 menerbitkan buku
Sejak tahun 1811, Raffles berkuasa di wilayah Hindia Belanda. Raffles memelopori berbagai penelitian, termasuk flora dan fauna, hingga suatu masa pada tahun 1818 menemukan bunga langka di wilayah Bengkulu. Bunga itulah yang kemudian disebut sebagai
Bunga rafflesia merupakan jenis bunga langka di dunia. Selain pada aspek pembudidayaan, proses pertumbuhannya juga masih misteri. Bunga ini dikenal sangat sensitif sehingga sulit dibudidayakan.
Bunga rafflesia merupakan parasit tumbuhan inang liana
Liana merupakan tumbuhan merambat. Bagi kalangan pencinta alam, batang liana yang mengandung banyak air menjadi penyelamat akan minimnya cadangan air minum.
Rafflesia patma
Tahun 2004 Sofi mengambil bagian batang dengan ditumbuhi perakaran pada inang
”Bagian dari akar liana itu saya pilih dengan dugaan sudah terinfeksi parasit bunga
Hal serupa pernah diterapkan untuk inang
”Riset yang saya lakukan sejak 2004 mencapai hasil pada bulan Juni 2010,” kata Sofi.
Waktu itu terdapat 15 kuncup
Catatan pada 23 Juni 2010,
Di tengah-tengah cuping bunga terbentuk semacam periuk berdiameter hingga 15 cm. Pada bagian tengahnya terdapat lubang berdiameter 7 cm.
Ketebalan periuk bunga itu 10 cm. Di dalamnya ada bagian menyerupai duri.
Sofi memiliki harapan lain terhadap keberhasilan menumbuhkan
”Masyarakat sering bingung dengan istilah bunga pada rafflesia dan
Periset bunga
Yuzammi menjelaskan,
”
Serat tinggi pada umbi suweg pernah diteliti di Institut Pertanian Bogor (IPB). Hasilnya, serat pangannya jauh lebih baik dibanding
Menurut Yuzammi, riset kandungan serat pangan yang tinggi dari umbi
Umbi
”Jenis tanaman ini tergolong sangat langka sehingga perizinan untuk penelitian umbi yang bisa saya peroleh dari Sumatera tak mudah saya dapatkan,” kata Yuzammi.
Dari penyebutannya, jenis bunga rafflesia dan amorphophalus sama-sama disebut sebagai bungai bangkai. Ketidaktahuan publik sering menimbulkan kesalahan identifikasi.
Minimnya penelitian membuat peneliti Indonesia belajar di Australia yang dulu mengambil bunga dari Indonesia. Seiring keberhasilan menyingkap misteri budidaya dan manfaatnya, muncul harapan baru dari riset bunga bangkai untuk Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang