Produksi Daihatsu dan Toyota Terpangkas

Kompas.com - 25/04/2011, 05:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasokan mobil baru Toyota dan Daihatsu ke dealer-dealer mulai April ini menurun lantaran pabrik perakitannya mengurangi produksi. Seperti dikatakan pihak Daihatsu - perakitan kendaraan terbesar di Indonesia - menyatakan, produksi sepanjang bulan keempat berkurang 28,1 persen dari bulan sebelumnya.

"Bulan ini diperkirakan 23.000-24.000 unit, sedang bulan lalu sampai 32.000 unit. Daihatsu hilangkan semua aktivitas lembur di pabrik," ujar Sudirman Maman Rusdi, Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor (ADM) kepada Kompas.com, belum lama ini.

Sudirman yang juga Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyampaikan, industri otomotif harus bisa menyesuaikan dengan situasi yang berlangsung. Kurangnya pasokan komponen dari Jepang akibat bencana alam Maret lalu, memaksa produksi harus dikurangkan. Termasuk juga pasokan buat Toyota , yakni Avanza dan Rush yang diproduksi di Daihatsu.

Johnny Darmawan, Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) mengaku terjadi pengaruh pada produksi mobil baru. Tapi, saat ditanya Kompas.com, berapa unit pengurangan produksi yang terjadi, Johnny masih enggan menjelaskan lebih lanjut.

"Untuk berapa jumlahnya, masih belum bisa diketahui. Karena perkembangan terus terjadi setiap harinya," beber Johnny. Tapi, untuk Avanza dan Rush, lanjut Johnny agak terbilang aman ketimbang produk Toyota lainnya, seperti Innova, Fortuner, Alphard dan Dyna.

Hal serupa disampaikan Vice Presiden Director PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Toshihiro Yokoi, mengaku kegiatan produksi masih berjalan normal. "Hanya, kami meniadakan lembur. Pengaruhnya pada produksi tak terlalu besar, berapa pastinya masih belum tahu," jelas Yokoi.

Yokoi menjelaskan, dengan dua shift kerja waktu normal tanpa lembur, kapasitas produksi TMMin mencapai 107.000 unit. Pada pabrik ini, TMMIN merakit Kijang Innova, Fortuner, Rush dan Avanza.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau