Ujian nasional

Ikut UN Pakai Celana Loreng dan Sendal

Kompas.com - 25/04/2011, 14:05 WIB

KENDAL, KOMPAS.com — Dalam inspeksi mendadak yang diikuti oleh Bupati Kendal Widya Kandi Susanti dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kendal serta anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, dijumpai ada siswa yang memakai celana loreng dan sendal, ketika mengikuti ujian nasional.

Pemandangan itu terlihat dalam sidak ujian nasional di SMP 1 Pegandon Kendal, Senin (25/4/2011). Sayang, karena rombongan tidak boleh masuk ke ruang ujian, mereka tidak bisa bertanya langsung kepada siswa yang bersangkutan tentang alasannya memakai sendal dan celana loreng.

Akhirnya, para wakil rakyat Jawa Tengah itu menitip pertanyaan tersebut kepada guru pengawas. "Mereka ternyata dari SMP terbuka," kata Sekretaris Komisi E DPRD Jawa Tengah, Mahmud Mahfud.

Mahmud menambahkan, seharusnya ujian mereka tidak dijadikan satu dengan sekolah umum. Pasalnya, sistem belajarnya lain. Demikian juga dengan waktu belajar. "Mereka belajar dengan waktu yang terbatas. Demikian juga buku-buku literatur yang mereka baca," katanya.

Pihak DPRD Jateng, kata Mahmud, akan mengusahakan supaya siswa dari SMP terbuka tidak mengikuti ujian nasional yang sama dengan SMP umum. "Pada tahun 2010, dari 5.000 siswa SMP yang tidak lulus ujian nasional, 4.000 di antaranya dari SMP terbuka. Hal ini menandakan secara kualitas, SMP terbuka dan SMP umum berbeda," tambah Mahmud.

Selain di Kabupaten Kendal, Komisi E DPRD Jawa Tengah juga akan melakukan sidak di Kabupaten Demak dan Kabupaten Semarang. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau