Soal un rusak

Kosong Dua Halaman, Nomor Soal "Lompat"

Kompas.com - 25/04/2011, 15:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelaksanaan hari pertama ujian nasional (UN) sekolah menengah pertama luar biasa (SMPLB) Santi Rama diwarnai sedikit gangguan. Pasalnya, pengawas UN di SMPLB tersebut menemukan satu paket soal yang rusak. Kerusakan terjadi pada satu naskah soal mata pelajaran Bahasa Indonesia paket 46. Sedikitnya dua halaman tidak terdapat pada naskah tersebut.

"Dalam paket 46, (soal) nomor 12 sampai 38 tak ada. Setelah soal nomor 11, soal langsung loncat ke nomor 39, kira-kira dua halaman yang tak ada dalam naskah tersebut," kata Kepala Sekolah SMPLB Santi Rama, Siti Rahayu, kepada Kompas.com, Senin (25/4/2011) di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan.

Namun, gangguan tersebut dapat segera diatasi setelah kepala sekolah berkonsultasi dengan tim pengawas yang menyarankan untuk menggunakan naskah soal cadangan. "Setelah berkonsultasi dengan pengawas, kami disarankan untuk memeriksa kelayakan dan menggunakan soal cadangan," ujar Siti.

Siti melanjutkan, dirinya mengaku tak mengetahui perihal kerusakan pada soal tersebut. "Kami tak tahu mengenai kerusakan soal itu, mungkin terjadi kesalahan saat pengemasan," ungkapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau