4 Mahasiswa UGM Jadi Korban "Cuci Otak"

Kompas.com - 25/04/2011, 17:50 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Hingga saat ini, sedikitnya 4 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM ), Yogyakarta, telah menjadi korban "cuci otak" kelompok yang ingin mendirikan Negara Islam Indonesia.

Besar kemungkinan  jumlah tersebut akan bertambah, seiring semakin terbukanya kasus tersebut. Hal itu dikatakan Direktur Kemahasiswaan UGM Haryanto di UGM, Senin (25/4/2011).

"Gerakan Negara Islam Indonesia (NII) telah lama ada dan kini melebarkan jaringannya ke kampus-kampus. Strategi gerakannya juga telah mengalami perubahan. Dulu mereka masuk ke kelompok-kelompok kajian yang eksklusif, kini mereka lebih cair mencari korban ke kamar-kamar kos bahkan ke kafe maupun mal. Jadi besar kemungkinan yang terungkap sekarang merupakan puncak gunung es," papar Haryanto.

Untuk antisipasi agar gerakan itu tidak meluas, UGM melakukan koordinasi yang melibatkan bidang akademik semua fakultas, bidang IT UGM, wakil dekan bidang kemahasiswaan, dan orangtua mahasiswa.

Dari koordinasi itu nanti akan dibentuk tim yang akan bekerja di lingkungan UGM dan menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi lain. "Kami akan membentuk tim untuk melakukan deteksi dini dan juga melakukan rehabilitasi bagi para korban yang telanjur menjalani cuci otak," kata Haryanto.

Lebih lanjut Haryanto mengatakan, persoalan NII merupakan masalah yang besar seperti halnya gempa bumi di DIY-Jateng maupun erupsi Gunung Merapi sehingga memerlukan pemikiran dan langkah tegas dan komprehensif yang melibatkan semua pihak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau