JAKARTA, KOMPAS.com — Aksi baku hantam di Johar Baru, Jakarta Pusat, kerap kali terjadi. Terakhir tawuran antarwarga ini kembali pecah pada Sabtu (23/4/2011). Namun dari sekian banyaknya tawuran yang terjadi, penyebab tawuran masih belum bisa dipastikan. Menanggapi hal ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memasang kamera pemantau (CCTV) di Johar Baru.
Pemasangan CCTV ini akan dilakukan pada akhir April 2011. Hal ini disampaikan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Senin (25/4/2011) di Balaikota, Jakarta. "Ini sudah lama diperintahkan untuk dipasang CCTV supaya bisa mengatasi tawuran antarwarga dengan diketahui pelaku aksi tawuran. Karena tawuran sudah meresahkan masyarakat," ujar Fauzi Bowo.
Dia memastikan, akhir bulan ini CCTV tersebut sudah dipasangkan di beberapa titik di kawasan Johar Baru. Keberadaan alat perekam dan pemantau ini diharapkan bisa membantu menangkap para pelaku aksi tawuran.
Selain pemasangan CCTV, Fauzi Bowo juga menilai kegiatan keagamaan perlu ditingkatkan terus. "Dulu sebenarnya sudah pernah saya minta tolong pak haji, tetapi begitu sudah tidak lagi. Muncul lagi. Makanya harus terus-menerus," ujarnya.
Menurut Fauzi Bowo, siraman nilai-nilai agama bisa menyejukkan hati warga. Selain itu, para pemuda juga bisa sadar bahwa aksi tawuran hanya akan merugikan masyarakat Jakarta. "Nama Jakarta sebagai ibu kota juga akan tercoreng," ungkapnya.
Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah mengungkapkan, pihaknya kini masih mencari dana untuk pengadaan CCTV tersebut. "Itu memang ada permintaan dari polisi sebagai bantuan, tetapi belum diprogramkan. Lagi cari akal dulu ini siapa yang mendanai," kata Saefullah.
Lebih lanjut, Saefullah menuturkan, ada tiga titik yang akan dipasang CCTV lantaran kerap terjadi tawuran. "Tiga titik yang akan dipasang rencananya di Jalan T, Baladewa, dan Tanah Tinggi," ungkapnya.
Selain memasang CCTV, Saefullah mengatakan, pihaknya juga akan terus melakukan sweeping. Kegiatan sweeping ini penting untuk mengetahui kelompok pembuat onar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang