Tawuran warga

Kerap Tawuran, Johar Baru Dipasangi CCTV

Kompas.com - 25/04/2011, 18:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Aksi baku hantam di Johar Baru, Jakarta Pusat, kerap kali terjadi. Terakhir tawuran antarwarga ini kembali pecah pada Sabtu (23/4/2011). Namun dari sekian banyaknya tawuran yang terjadi, penyebab tawuran masih belum bisa dipastikan. Menanggapi hal ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memasang kamera pemantau (CCTV) di Johar Baru.

Pemasangan CCTV ini akan dilakukan pada akhir April 2011. Hal ini disampaikan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Senin (25/4/2011) di Balaikota, Jakarta. "Ini sudah lama diperintahkan untuk dipasang CCTV supaya bisa mengatasi tawuran antarwarga dengan diketahui pelaku aksi tawuran. Karena tawuran sudah meresahkan masyarakat," ujar Fauzi Bowo.

Dia memastikan, akhir bulan ini CCTV tersebut sudah dipasangkan di beberapa titik di kawasan Johar Baru. Keberadaan alat perekam dan pemantau ini diharapkan bisa membantu menangkap para pelaku aksi tawuran.

Selain pemasangan CCTV, Fauzi Bowo juga menilai kegiatan keagamaan perlu ditingkatkan terus. "Dulu sebenarnya sudah pernah saya minta tolong pak haji, tetapi begitu sudah tidak lagi. Muncul lagi. Makanya harus terus-menerus," ujarnya.

Menurut Fauzi Bowo, siraman nilai-nilai agama bisa menyejukkan hati warga. Selain itu, para pemuda juga bisa sadar bahwa aksi tawuran hanya akan merugikan masyarakat Jakarta. "Nama Jakarta sebagai ibu kota juga akan tercoreng," ungkapnya.

Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah mengungkapkan, pihaknya kini masih mencari dana untuk pengadaan CCTV tersebut. "Itu memang ada permintaan dari polisi sebagai bantuan, tetapi belum diprogramkan. Lagi cari akal dulu ini siapa yang mendanai," kata Saefullah.

Lebih lanjut, Saefullah menuturkan, ada tiga titik yang akan dipasang CCTV lantaran kerap terjadi tawuran. "Tiga titik yang akan dipasang rencananya di Jalan T, Baladewa, dan Tanah Tinggi," ungkapnya.

Selain memasang CCTV, Saefullah mengatakan, pihaknya juga akan terus melakukan sweeping. Kegiatan sweeping ini penting untuk mengetahui kelompok pembuat onar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau