Kriminalitas

Dibekuk, Oknum Polisi Jadi Otak Perampokan

Kompas.com - 26/04/2011, 17:16 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com — Anggota Samapta Polres Mataram, Briptu Lucky Chrisdianto (31), yang sedang menjalani desersi, dibekuk jajaran Direktorat reserse kriminal (Dit Reskrim) Polda Bali karena diduga menjadi otak perampokan gudang distributor pipa indoplastik, Gianyar, Bali, 22 Maret lalu.

Briptu Lucky tak sendiri, ia ditangkap bersama 3 anggota komplotannya, yakni Made Suardana alias Saolin, Miftahul Zaenal alias Zaenal, dan Alex Ismail alias Rony, pada 22-23 April lalu di tempat terpisah.

"Benar kasus ini melibatkan anggota, tapi yang bersangkutan sedang desersi dari kesatuannya," ujar Kepala bidang Humas Polda Bali Kombes Hariadi yang baru saja dilantik pagi tadi saat konferensi pers di Mapolda Bali, Selasa (26/4/2011).

Briptu Lucky diketahui desersi karena terlibat kasus penipuan dan penggelapan. "Dia 3 bulan desersi, di Bali 2 bulan, masuk DPO Polres Mataram, karena dia tidak ngantor-ngantor," imbuh Kanit I OPSNAL I Kompol I Gede Bambang Irawan.

Selama bersembunyi di Bali, Briptu Lucky tinggal bersama istri hasil pernikahan sirinya dan membuka sebuah rental Playstation di Jalan Cokroaminoto, Denpasar. Dari hasil pemeriksaan tim penyidik, Briptu Lucky berperan sebagai pemasok dana aksi perampokan. Ia yang memberi uang kepada Saolin untuk membeli dua bilah pedang yang akan digunakan saat merampok. Ia juga menyiapkan dua buah sepeda motor untuk menuju lokasi perampokan.

Dari hasil merampok gudang distributor Indoplastik pada komplotan ini berhasil membawa kabur uang tunai sebesar Rp 13,5 juta. Kini Briptu Lucky bersama tiga  rekannya harus mempertanggungjawabkan di dalam tahanan Polda Bali sambil menunggu proses hukum selanjutnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau