Toyota Tergelincir dari Posisi Puncak

Kompas.com - 26/04/2011, 18:24 WIB

TOKYO, KOMPAS.com - Gempa dan bencana tsunami yang melanda Jepang, Maret lalu, dipastikan Toyota Motor Corp. (TMC)  bakal kehilangan posisi puncak sebagai produsen mobil terbesar di dunia akibat berkurangnya produksi. Toyota bisa tergelincir di urutan tiga di bawah General Motors dan Volkswagen.

Toyota mulai menduduki posisi puncak sebagai produsen mobil terbesar di dunia sejak 2008. Tahun lalu, penjualan globalnya mencapai 8,42 juta unit, sedang GM menempel dengan 8,39 juta unit. Dampak dari musibah kemarin, penjualan Toyota diprediksi hanya menuai angka tertinggi 6,3 juta sampai 7 juta unit tahun ini.

"GM dipastikan akan melebihi 8 juta unit dan Volkswagen bisa menyentuh 7 juta unit, akhirnya Toyota menduduki posisi tiga," ujar Koji Endo, Managing Director of Advanced Research di Tokyo, Jepang, seperti dilansir reuters (25/4/2011).

Tergelincirnya Toyota ini dimanfaatkan dua merek Korea Selatan Hyundai-Kia untuk meningkatkan penjualan. Bahkan indikasi peningkatan nilai saham dua merek ini diprediksi terjadi pekan ini seiring meningkatnya kepercayaan investor.

"Hyundai dan Kia jadi merek yang paling diuntungkan dalam kondisi ini. Hyundai akan fokus menggarap segmen 'atas' dan Kia punya kemampuan untuk mendongkrak pasokan ke pasar. Kombinasi yang baik untuk mengejar ketertinggalan dari Jepang," ujar Suh Sung-moon, analis dari Korea Investment & Securities di Seoul.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau