Hadapi DP, Jupe Dikawal Sembilan Pengacara

Kompas.com - 27/04/2011, 07:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perseteruan antara pedangdut Julia Perez alias Jupe dengan pedangdut Dewi Perssik (DP) akhirnya berlanjut di ruang sidang. Selasa  (26/4/2011), bertempat di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, keduanya menjalani sidang pertama.  

Dalam persidangan tersebut, Jupe hadir dan didampingi tim kuasa hukumnya, sementara DP sendiri berhalangan hadir. 

Menurut salah satu tim kuasa hukum Jupe, Sunan Kalijaga, kekasih pesepakbola asal Argentina, Gaston Castano itu, didampingi oleh sembilan pengacara yang diketuai pengacara kondang Henry Yosodiningrat. Dari sembilan yang ditunjuk, kata Sunan, hanya enam kuasa hukum yang hadir dalam persidangan pertama tersebut.

"Agenda sidang pembacaan dakwaan untuk klien kami oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU),  dengan memaparkan kronologi peristiwa cakar-cakaran antara Jupe dengan DP pada saat shooting film Arwah Goyang Karawang. DP sendiri tidak datang dalam sidang perdananya," ujar Sunan dihubungi Kompas.com, Selasa.

Jupe menanggapi santai dakwaan terhadap dirinya.  "Dia tidak banyak berkomentar, hanya mendengarkan," tambahnya.

Seperti diberitakan pelantun lagu "Belah Duren" itu resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polsek Matraman, Jakarta Timur, menyusul pelaporan tindakan kekerasan yang dilayangkan pedangdut Dewi Perssik saat berlangsung shooting film Arwah Goyang Karawang pada awal November 2010.

Merasa aksi Jupe yang dinilai berlebihan hingga melukai dirinya, Depe pun melakukan visum di sebuah rumah sakit dan kemudian melaporkannya kepada pihak berwajib.

Oleh pihak kepolisian Jupe ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 10 Desember 2010, setelah disodorkan bukti video oleh DP, yang berisikan peristiwa kronologis kejadian.

Sidang akan dilanjutkan pada Selasa (3/5/2011) pekan depan, dengan menghadirkan tiga orang saksi, serta bukti rekaman video. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau