Sengketa lahan sekolah

Cemas Digusur Saat UN, Siswa SMP Demo

Kompas.com - 27/04/2011, 11:13 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com — Cemas bangunan sekolah akan dirobohkan saat hari terakhir ujian nasional, puluhan siswa SMP Gratis Salomo, Semarang, berunjuk rasa di Pengadilan Negeri Semarang, Rabu (27/4/2011).

Unjuk rasa ini dilakukan pagi hari oleh murid-murid kelas 1 dan 2, sementara kakak kelas mereka mengikuti UN. Kekhawatiran para siswa ini disebabkan adanya putusan pengadilan yang menyebutkan tanah yang ditempati sekolah mereka adalah milik Yayasan Kelenteng Sam Poo Kong dan rencananya akan dieksekusi hari ini.

Darwanto, salah satu siswa, merasa, putusan pengadilan sebaiknya ditinjau ulang dan dilakukan musyawarah karena sekolah tersebut merupakan satu-satunya sekolah swasta gratis di wilayah itu. "Kalau sekolahan dirobohkan untuk areal parkir, bagaimana nasib anak-anak yang bersekolah di situ?" kata Darwanto.

Para pelajar ini didampingi dan didukung oleh orangtua siswa. Menurut Hartono, wali murid, keinginan mendatangi PN Semarang murni keinginan orangtua murid dan para siswa. Pihak sekolah memang mengetahui rencana ini, tetapi tak bisa melarang. "Bisa dikatakan sekolah juga mendukung, tapi tidak menyuruh," kata Hartono.

Menurut Purnomo Hadi, Kepala SMP Salomo, kejadian hari ini merupakan puncak kegelisahan para siswa terhadap kelangsungan kegiatan belajar mereka. "Meski masih proses hukum melalui PK, kami sering menerima teror dari pihak kelenteng, baik dengan ucapan, sindiran, larangan siswa dan guru memasuki wilayah kelenteng, dan lain-lain," ungkapnya.

Sekolah Salomo memiliki jenjang sejak TK hingga SMP. Sekolah ini dikelola oleh Yayasan Pendidikan Kranggan dan didirikan tahun 1967. Meski dikelola swasta, sekolah ini tak memungut biaya kepada murid. Sejak Kelenteng Sam Poo Kong akan dikembangkan menjadi obyek wisata, sekolah ini akan dirobohkan untuk dibuat areal parkir.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau