Krisis thailand-kamboja

Perang Thailand-Kamboja Masuk Hari Ke-6

Kompas.com - 27/04/2011, 17:28 WIB

BANGKOK, KOMPAS.com - Bentrokan perbatasan masih terjadi di dekat candi Ta Muen Thom dan Ta Kwai di daerah-daerah disengketakan tak jauh dari provinsi Surin, Thailand timur laut, Rabu (27/4/2011), menandai hari keenam berturut-turut pertempuran antara Thailand dan Kamboja.

Putaran baru baku tembak senjata api kecil meledak di dekat reruntuhan candi abad ke-13 sekitar pada pukul 05.30 waktu setempat dan berlangsung selama tiga puluh menit, demikian dikatakan Kolonel Sansern Kaewkamnerd, juru bicara militer Thailand.

"Pasukan Kamboja bergerak menuju wilayah yang disengketakan dan memicu penembakan yang melibatkan saling baku tembak senjata api kecil dan mortir," kata Kolonel Sansern.

Mengenai baku tembak Selasa malam yang meledak pada sekitar pukul 22:00 waktu setempat, Kolonel Sansern mengatakan, hal itu terjadi pada saat Kamboja menggunakan tank dan senjata berat dalam menyerang tentara Thailand untuk menguasai candi Ta Muen Thom dan kuil Ta Kwai, yang terletak 150 kilometer di barat candi abad ke11 Preah Vihear yang disengketakan.

Bentrokan enam-hari yang mematikan antara Kamboja dan Thailand terjadi sejak 22 April menewaskan lima tentara Thailand dan sedikitnya 57 lainnya luka-luka serta menewaskan satu warga sipil, menurut juru bicara itu.

Thailand dan Kamboja telah menuduh satu sama lain dalam memulai babak baru konflik perbatasan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau