BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Untuk mencegah semakin meluasnya paham Negara Islam Indonesia dan gerakan sejenis di kampus, Universitas Lampung mengupayakan pembinaan mahasiswa secara lebih intens, termasuk mengoptimalkan fungsi pembimbing akademis.
Hal itu diungkapkan Rektor Universitas Lampung Prof. Sugeng P Harianto menanggapi soal isu maraknya perekrutan anggota gerakan NII di dunia kampus, termasuk Unila.
Salah seorang mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unila, Lusi Tri Lestari, juga nyaris bergabung dengan NII setelah membayar Rp 2 juta ke perekrutnya.
Dari laporan, katanya, banyak juga yang seperti ini di kampus (Unila). "Tetapi saya belum menginventarisasinya. Dalam waktu dekat, saya akan mengumpulkan pembantu-pembantu rektor dan dekan untuk membahas khusus soal hal ini," ujar dia mengungkapkan keseriusan Unila menangkal gerakan NII di kampus.
Sejumlah upaya yang akan dilakukan untuk mencegah kian meluasnya paham dan aksi perekrutan NII itu antara lain mengefektifkan kembali fungsi pembimbing akademis (PA), bimbingan konseling, serta peningkatan pembinaan unit-unit kegiatan mahasiswa. Rencananya, ini akan dilakukan mulai Mei 2011.
Karena kemajuan teknologi, fungsi pembimbing akademis jadi kurang efektif. Tidak ada tatap muka dan pendekatan ke mahasiswa oleh dosen. "Inilah yang mesti diubah. Kasus ini (NII) menyadarkan kita bahwa kampus, termasuk pemimpin, mesti memberikan perhatian lebih ke mahasiswa," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang