Saat kejadian, dua korban bernama Falian Pramudita (17) dan Yulianto Yudatama (20) tengah duduk di trotoar kawasan Jalan Merdeka Barat, tepatnya depan gedung RRI. Pada malam hari, kawasan ini kerap dijadikan tempat pasangan muda-mudi untuk menghabiskan waktu.
Tiba-tiba, sebuah sepeda motor matik menghampiri pasangan ini dan parkir tidak jauh dari mereka. Pengendaranya turun dari sepeda motor dan menghampiri pasangan ini.
Setelah bercakap-cakap beberapa saat, pelaku meminta korban menyerahkan telepon seluler dan dompet mereka. Korban sempat menolak dan mempertahankan harta miliknya.
Merasa permintaannya ditolak, dua orang ini memberi kode bantuan. Dua orang berboncengan mengendarai sepeda motor RX King pun tiba. Keduanya mengaku sebagai oknum tentara dan memaksa korban menyerahkan barang mereka.
Saat kekerasan berlangsung, dua sahabat korban yang tengah duduk tidak jauh dari korban berlari dan mencari polisi yang tengah berpatroli di kawasan Monas. Mereka melaporkan kejadian ini ke polisi.
Polisi segera menghampiri lokasi kejadian. Naas, dua polisi, yaitu Brigadir Kamdani dan Brigadir Aris, malah menjadi sasaran kekerasan pelaku. Pelipis Kamdani dipukul, sementara tangan Aris terluka akibat terkena lemparan konblok. Dua ponsel dan dompet korban juga raib dibawa pelaku yang langsung kabur setelah mendapatkan barang milik korban.
Modus seperti itu bukan hanya sekali terjadi. Dalam dua bulan terakhir, sudah empat kali laporan kekerasan semacam itu masuk ke Polsek Metro Gambir.
Kepala Unit Reskrim Polsek Gambir Komisaris Taufik mengatakan, pihaknya sudah mengantongi identitas keempat pelaku. Mereka berinisial AR, A, T, dan K. Dua di antara pelaku diduga oknum tentara.
”Dari setiap laporan yang kami terima, korban mengaku didatangi preman setempat. Mereka diminta menyerahkan barang, seperti ponsel dan dompet. Bila langkah ini tidak berhasil, barulah datang dua oknum yang diduga bagian kelompok ini,” kata Taufik.
Barang yang dirampas pelaku biasanya berupa ponsel dan dompet. Setelah beraksi, pelaku kerap menghilang dan beberapa hari kemudian berbuat hal serupa. Kekerasan ini terjadi setelah pukul 21.00 dan selalu di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat.
Ketidakamanan ini masih terjadi kendati kawasan Monas sudah dipasangi delapan kamera pengawas (CCTV) sejak akhir 2010. Kejadian seperti ada orang meminta uang pernah terekam CCTV pada awal tahun ini. Namun, kejadian ini belum bisa ditindaklanjuti karena belum ada kerja sama antarinstansi. Pemasangan CCTV di Monas memakan anggaran Rp 1,7 miliar.