Kasus dugaan suap sesmenpora

Rosa dan Wafid Kenal Banyak Politisi

Kompas.com - 28/04/2011, 13:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Erman Umar, kuasa hukum Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam, mengungkapkan, kliennya mengenal Mirdo Rosalina Manullang sebagai seorang pengusaha. Wafid tidak mengetahui siapa atasan Rosa, seorang politisi yang disebut memerintahkan Rosa mengantarkan seorang pengusaha kepadanya. 

Menurut Erman, Wafid pernah mengatakan, Rosa mengenal banyak politisi. "Dia (Wafid) enggak tahu kalau Rosa adalah stafnya politisi. Tetapi, kata Pak Wafid, Rosa kenal banyak politisi," ujar Erman saat mendampingi kliennya di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis (28/4/2011). 

Wafid dan Rosa adalah tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pembangunan wisma atlet Sea Games ke-26 di Palembang, Sumatera Selatan. Mereka ditetapkan sebagai tersangka bersama pengusaha yang menjadi petinggi dari PT Duta Graha Indah (DGI) bernama Mohamad El Idris. Ketiganya tertangkap tangan beserta bukti cek senilai Rp 3,2 miliar. PT DGI adalah pemegang proyek pembangunan wisma atlet Sea Games di Palembang. 

Dalam kesempatan yang sama, Erman juga mengungkapkan bahwa Wafid mengenal banyak politisi. Sebagai seorang Sekretaris Menpora, Wafid sering berhubungan dengan politisi, terutama politisi Komisi X DPR yang membidangi olahraga. "Terbuka peluang Pak Wafid kenal banyak orang," ujarnya. 

Sebelumnya, pihak Rosa melalui kuasa hukumnya, Kamarudin Simanjuntak, mengatakan, Rosa hanya diperintah atasannya yang seorang politisi untuk mengantarkan teman pengusaha atasannya. Namun, Kamarudin tidak menyebutkan siapa atasan Rosa dan siapa pengusaha yang dimaksud. Hari ini, Wafid dan Idris menjalani pemeriksaan di gedung KPK untuk menjadi saksi bagi Rosa. 

Kasus dugaan suap terkait pembangunan wisma atlet ini berawal saat KPK menangkap tangan Wafid, Idris, dan Rosa sesaat setelah Idris menyerahkan cek Rp 3,2 miliar kepada Wafid di ruang kerja Wafid, di Kementerian Pemuda dan Olahraga. Menurut pihak Wafid, cek senilai Rp 3,2 miliar itu merupakan dana talangan untuk membiayai kegiatan Sea Games sementara anggaran dari APBN belum turun. Sebagai Sekretaris Menpora, kata Erman, Wafid mencari dana talangan dari pihak luar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau