DETROIT, KOMPAS.com — Pasar mobil "hijau" makin tak menentu di Amerika Serikat karena nilai kendaraan yang kurang kompetitif. Kesimpulan ini dipetik dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Power Green Automotive Study—perusahaan peneliti kendaraan global—cabang Detroit, AS.
Ada beberapa faktor utama mengapa penjualan mobil ramah lingkungan tidak melesat seperti yang diharapkan. Pertama, soal harga. Kedua, jarak tempuh kendaraan dan minimnya fasilitas pengisian baterai di dunia.
"Masalah keuangan bagi konsumen tetap menjadi pemicu utamanya. Selain karena harga kendaraan lebih mahal, kekhawatiran biaya perawatan yang tinggi," jelas Mike VanNieuwkuyk, Executive Director Power, seperti dilansir autoevolution, Rabu (27/4/2011).
Penyebab lain konsumen mempertimbangkan untuk memilih mobil ramah lingkungan adalah masalah jarak tempuh. Seperti Chevrolet Volt, yang menawarkan konsumsi bahan bakar 5,9 liter per 100 km. Masalahnya, jumlah ini hanya setara dengan 70 persen rata-rata perjalanan yang dilakukan warga AS setiap harinya. "Konsumen memang ingin hidup 'hijau', tapi akan berpikir kembali jika ada tambahan lebih buat mereka," tambah Mike.
Saat survei, Power Green Automotive Study mendapatkan fakta bahwa 75 persen yang ingin membeli kendaraan ramah lingkungan melihat sampai seberapa besar penghematannya. Hanya 50 persen dari responden yang mengatakan membeli mobil hijau karena peduli lingkungan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang