Lingkungan hidup

Presiden Kampanye Gerakan 1 Miliar Pohon

Kompas.com - 28/04/2011, 16:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengampanyekan Gerakan 1 Miliar Pohon saat membuka Business for the Environment Global Summit 2011 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (28/4/2011). Konferensi bertajuk "Leading by Nature: Delivering Transformative Solutions for Our Planet" ini dihadiri para pemerhati lingkungan hidup, pengusaha, aktivis, dan sebagainya.

"Kami sedang melakukan kampanye ambisius menanam satu miliar pohon. Ya, satu miliar pohon. Jika ada yang tertarik menanam pohon atas nama diri Anda, silakan beri tahu kami," kata Yudhoyono, yang disambut tempuk tangan peserta.

Pada kesempatan tersebut, Presiden memaparkan tantangan di bidang lingkungan hidup. Presiden mengatakan, pada tahun 2050, ketika jumlah populasi dunia mencapai 9 miliar jiwa, sumber energi dunia berkurang 40 persen, sementara sumber makanan berkurang 60 persen. Guna mengatasi tantangan itu, menurut Presiden, diperlukan upaya bersama dan komitmen bersama dari para pemimpin dunia.

"Untuk menyelamatkan masa depan lingkungan, kita membutuhkan skema besar yang menggabungkan kebijakan pemerintah, kerja sama internasional, insentif pasar, inovasi teknologi, partisipasi publik, dan perusahaan swasta," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau