Bakrieland Dukung Gerakan Satu Miliar Pohon

Kompas.com - 28/04/2011, 17:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Bakrieland Development Tbk melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/ CSR) akan mendukung gerakan satu miliar pohon pemerintah yang akan diselenggarakan secara berkala mulai tahun 2011.

"Gerakan menanam pohon ini diselenggarakan di seluruh unit usaha PT Bakrieland Development Tbk yang berlokasi di Jakarta, Bogor, Cirebon, dan Lampung," kata Chief Corporate Affairs Officer PT Bakrieland Development Tbk Yudy Rizard Hakim di Jakarta.

Yudy mengatakan, kepedulian terhadap lingkungan telah dilaksanakan unit usaha Bakrie sejak lama, tetapi ketika itu masih berjalan sendiri-sendiri. Maka, mulai tahun 2011 dan selanjutnya, program itu akan diselaraskan melalui induk usaha.

Yudy  mengatakan, program yang dinamakan "Pohon untuk Negeri" tidak sekadar membagikan pohon kepada masyarakat, tetapi juga memberikan pendidikan kepada masyarakat agar peduli terhadap lingkungan.

Dalam merancang bangunan, kata Yudy,  PT Bakrieland Development Tbk yang bergerak di bidang pengembangan properti dan infrastruktur selalu mengacu pada lingkungan. "Seperti di Rasuna Epicentrum Kuningan, tidak mungkin ditanami pohon-pohon besar seperti sengon dan trembesi. Namun, kami mengenal 'green arsitektur' yang memungkinkan pengurangan penggunaan energi listrik, pemanfaatan air limbah, dan sebagainya," kata Yudy.

Yudy mengatakan, untuk kawasan hunian di Bogor Nirwana Residence akan ditanami pohon buah-buahan, sementara untuk Tol Kanci-Pejagan akan ditanami sengon dan trembesi. Hal sama juga akan dilaksanakan di lahan mereka di Krakatoa Nirwana Resort seluas 40 hektar.

"Bakrieland menargetkan untuk menanam lebih dari 74.000 bibit pohon di sekitar unit usaha Bakrieland," jelas Yudy.

Yudy mengatakan, pemilihan pohon trembesi dan sengon, setelah melalui konsultasi dengan ahli lingkungan, ternyata selain memiliki nilai komersial, kedua pohon memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida, emisi karbon, serta menyerap air hujan.

Pihaknya akan menjalin kerja sama dengan masyarakat melalui program kemitraan. Dalam arti, Bakrieland menyediakan lahan dan bibit tanaman, masyarakat yang memelihara, dan nanti hasilnya akan dibagi dua.

Dia juga menjelaskan, untuk areal tanam seluas 40 hektar, seperti Krakatoa, pihaknya menjalin kerja sama dengan perusahaan yang berpengalaman dalam mengelola hutan produksi.

Yudy menjelaskan, sengon dan trembesi dalam kurun lima tahun sudah dapat dipanen. Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan 30.000 pohon di Tol Kanci-Pejagan, 100 pohon di Sentra Timur Pulogebang, Jakarta Timur, mengingat lahannya masih memungkinkan.

Perusahaan juga akan membagikan 2.000 kantong benih tanaman sansivera kepada pembeli (customer). Sansivera sendiri bukanlah tanaman keras, tetapi memiliki kemampuan menyerap 107 unsur berbahaya di udara, termasuk radiasi yang ditimbulkan komputer, televisi, telepon, dan lainnya.

PT Bakrieland Development Tbk, jelasnya, pada 2010 mengalokasikan anggaran CSR sebesar Rp 5,9 miliar, serta akan terus ditingkatkan seiring dengan kemajuan yang dicapai unit-unit usaha.

Yudy mengatakan, perusahaan juga telah menginstruksikan untuk menyediakan ruang terbuka hijau pada setiap unit usaha. Besarannya tidak harus 30 persen. Namun kalau memang lahannya tersedia, dapat ditingkatkan sampai dengan 60 persen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau