Kapal Pinisi Lebih Diminati Orang Asing

Kompas.com - 29/04/2011, 08:57 WIB

BULUKUMBA, KOMPAS.com — "Yang lebih banyak pesan kapal dari wisatawan mancanegara, kalau orang Indonesia, bisa dihitung satu atau dua orang saja yang memesan, itu pun sering terhambat pengerjaanya, mungkin karena dana yang tidak cukup untuk membeli bahan baku yang semakin mahal," cerita Dahlan kepada Kompas.com, Jumat (29/4/2011).

Pria yang berprofesi sebagai pemborong pembuatan kapal ini mengungkapkan, umumnya WNA yang memesan kapal memakainya sebagai kapal wisata. Mereka yang datang ke Tanah Beru, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, untuk memesan kapal pinisi berasal dari Malaysia, Singapura, Jepang, Australia, Italia, dan beberapa negara lainnya.

"Mereka sengaja datang jauh-jauh hanya untuk memesan kapal pinisi di Tanah Beru, katanya sih buatan Tanah Beru berbeda dengan buatan di tempat lain. Karena Tanah Beru awal mulanya kapal pinisi itu hadir," kenang Dahlan yang diwarisi oleh nenek moyangnya dalam pembuatan kapal pinisi.

Dahlan mengakui, saat krisis moneter melanda Indonesia, jumlah pemesan kapal pinisi setiap tahunnya berkurang. Apalagi, harga bahan baku utama kapal pinisi, seperti kayu besi, kayu bayam, dan kayu jati, semakin mahal dan sulit didapatkan di Sulawesi Selatan, maka mereka terpaksa mendatangkannya dari Nusa Tenggara Barat dengan mengeluarkan biaya yang lebih besar.

Harga setiap kapal pinisi ditentukan dengan ukuran dan bentuk kapal serta bahan yang akan digunakan. Biasanya kapal yang dipesan untuk kapal pesiar dengan ukuran yang lebih besar harganya mencapai miliaran rupiah. Pembuatan satu buah kapal pinisi dibutuhkan jangka waktu selama satu hingga dua tahun dengan pekerja atau disebut sawi sebanyak 10 orang. Mereka dipimpin oleh punggawa atau kepala tukang.

Kendati pesanan kapal pinisi telah berkurang, para ahli membuat kapal ini tidak sunyi dari pesanan, masih ada pesanan pembuatan kapal kecil khusus untuk digunakan sebagai kapal penangkap ikan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau