Ketenegakerjaan

Panasonic Akan PHK 40.000 Pegawai?

Kompas.com - 29/04/2011, 11:37 WIB

TOKYO, KOMPAS.com — Persaingan yang kian sengit memaksa Panasonic Corp lebih berhemat. Dalam rangka perampingan biaya itu, menurut seorang sumber, dalam dua tahun mendatang, raksasa elektronik asal Jepang ini pun berniat memangkas 40.000 tenaga kerja yang sebagian besar ada di luar negeri.

Mengutip harian bisnis Nikkei, pengurangan hingga 10 persen dari total jumlah pekerja Panasonic ini akan menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terbesar di antara pabrik-pabrik yang berasal dari Negeri Sakura ini.

Rencana PHK puluhan ribu karyawan ini akan dimulai pada akhir tahun fiskal 2012. Jumlah tenaga kerja Panasonic di luar negeri mencapai 380.000 orang atau 60 persen dari pekerja produsen elektronik ini secara keseluruhan. Terkait PHK dan reorganisasi fasilitas produksi ini, perusahaan akan menanggung beban lebih dari 100 miliar yen (1,22 miliar dollar AS).

Selanjutnya, Panasonic akan menerapkan pengoperasian secara overlapping. Skema ini penting dilakukan oleh Panasonic supaya tetap kompetitif di pasar global, terutama menghadapi rivalnya, yakni produsen elektronik asal Korea dan China.

Panasonic pun akan berusaha mengalihkan fokus pada bisnis terkait energi dan lingkungan, seperti baterai isi ulang, robot, komponen elektronik, pencahayaan, dan panel surya.

Juru Bicara Panasonic Toshihiko Shibuya mengatakan, pemangkasan pekerjaan ini belum diumumkan oleh perusahaan. Oleh karena itu, ia pun menolak berkomentar.

PHK Nokia

Tak hanya Panasonic, Nokia Oyj juga akan mengurangi 7.000 pekerjanya. Produsen ponsel asal Finlandia ini akan memindahkan sebagian besar pekerja itu ke Accenture Plc, perusahaan pengembang software Symbian.

Pengurangan tenaga kerja ini seiring kesepakatan kerja sama antara Nokia dan Microsoft Corp. Nokia pun beralih menggunakan Windows Phone 7 untuk software smartphone mereka. "Ini adalah awal dari perjalanan panjang yang menyakitkan," kata Ben Wood, analis CCS Insight di London.

Dari 7.000 pekerja itu, Accenture akan mengambil 3.000 pekerja Nokia di China, Finlandia, India, Inggris, dan Amerika Serikat pada akhir tahun ini. Sebab, Accenture masih tetap bekerja untuk Nokia pada proyek-proyek berbasis Windows Phone 7. (J Ani Kristanti/Kontan)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau