Calon ketum pssi

Agum: Yang Ditolak Tak Bisa Banding

Kompas.com - 29/04/2011, 19:42 WIB

JAKARTA,KOMPAS.com - Ketua Komite Normalisasi, Agum Gumelar menyatakan bahwa ketiga bakal calon ketua umum PSSI periode 2011-2015 yang ditolak berdasarkan surat FIFA, tidak bisa mengajukan banding. Mereka yang dimaksud adalah Goerge Toisutta, Arifin Panigoro, dan Nirwan Dermawan Bakrie.

"Saya jawab tegas saja. Yang ditolak, karena referensi dari FIFA, tidak ada kesempatan untuk mengajukan banding. Bagi mereka yang tidak lolos, itu masih ada kesempatan untuk banding," ujar Agum.

Menanggapi keputusan KN, kelompok 78 mengaku akan tetap mengajukan banding atas ditolaknya 'jagoan' mereka Toisutta dan Arifin. Mereka juga yakin, Komisi Disiplin akan menjalankan tugasnya secara independen.

"Dalam waktu dekat, kami akan melakukan sanggahan ke Komding. Nanti pak Toisutta dan Pak Arifin akan kami minta untuk mengajukan banding. Karena di keputusan KN tak ada landasan hukum dan jelas kenapa keduanya ditolak," kata salah satu wakil kelompok 78 suara, Wisnu Wardana di tempat terpisah. "Kami percaya selama prosesnya berjalan sesuai dengan aturan, maka kebenaran akan memberangus kebatilan," sambungnya.

Sebelumnya, KN yang juga bertindak sebagai Komite Pemilihan telah menolak ketiga nama tersebut karena mendapat referensi dari FIFA. "Berdasarkan surat FIFA tanggal 4 dan 21 April, Komite Normalisasi menolak dan mengugurkan Goerge Toisutta, Arifin Panigoro, Nirwan Dermawan Bakrie, serta Djoko Driyono untuk ikut pencalonan," ujar pelaksana tugas Sekretaris Jendral PSSI, Joko Driyono.

Masa sanggah sendiri akan dimulai pada tanggal 30 April hingga 6 Mei. Setelah itu, Komisi Banding bekerja untuk mempelajari sanggahan-sanggahan yang dilontarkan pihak yang tidak puas dengan keputusan KN pada tanggal 7 Mei dan akan mengumumkan hasilnya pada 13 Mei mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau