China Beri Dana Infrastruktur

Kompas.com - 29/04/2011, 20:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — China menyediakan pendanaan komersial senilai 8 miliar dollar AS kepada Indonesia untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan industri di Indonesia.

Perdana Menteri China Wen Jiabao dalam pernyataan pers bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (29/4/2011), menyatakan, dana tersebut diberikan bersamaan dengan kredit lunak senilai 1 miliar dollar AS kepada Indonesia untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke China.

"Pihak Tiongkok akan memberikan kredit lunak 1 miliar dollar AS dan pagu pendanaan komersial sebesar 8 miliar dollar AS kepada Indonesia untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan industri di Indonesia," tutur Jiabao.

Pada kesempatan tersebut, Jiabao menekankan pentingnya kerja sama perdagangan China dan Indonesia dan menyatakan bahwa kedua negara memiliki potensi pasar yang sangat besar untuk dikembangkan.

"Kerja sama ekonomi dan perdagangan kedua negara menjadi titik berat perundingan antara saya dan Presiden Yudhoyono," ujarnya.

Jiabao mengatakan, Indonesia dan China harus bekerja sama memadukan strategi yang bisa mengembangkan keunggulan masing-masing negara sehingga bisa saling menguntungkan.

Jiabao dalam kunjungannya ke Indonesia membawa serta delegasi bisnis yang akan menandatangani 10 kesepakatan bisnis dengan pihak swasta Indonesia senilai 10 miliar dollar AS.

Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan dalam pertemuan bilateral dengan PM Jiabao, ia menekankan pentingnya kerja sama ekonomi yang erat sekaligus berimbang antara Indonesia dan China sehingga bisa membawa manfaat nyata bagi kedua negara.

Dalam pertemuan tersebut, kata Presiden, China juga menyatakan komitmennya untuk meningkatkan investasi di Indonesia serta mengimbau kalangan pengusaha di China untuk meningkatkan impor barang dari Indonesia.

Sementara Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, China menyerahkan sepenuhnya kepada Indonesia untuk menggunakan dana komersial senilai 8 miliar dollar AS guna mendukung pembangunan infrastruktur dan industri di Indonesia.

"Itu dana yang disediakan oleh mereka untuk pembangunan infrastruktur. Tergantung kita, mana yang akan kita prioritaskan pada empat bidang utama. Hal yang terkait dengan energi terutama kita dorong energi bersih. Kedua, berkaitan dengan air bersih. Ketiga, infrastruktur dalam arti luas misalkan apakah itu nanti untuk jalan dan sebagainya. Keempat, infrastruktur dalam kaitan connectivity," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau