Malioboro Tetap Jadi Incaran Wisatawan

Kompas.com - 29/04/2011, 22:05 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Yayasan Widya Budaya Yogyakarta, Widi Utaminingsih mengatakan kawasan Jalan Malioboro sampai sekarang masih menjadi tujuan utama wisatawan yang datang ke Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Kawasan Malioboro selain sebagai pusat belanja, juga masih menyimpan bangunan cagar budaya diantaranya Kepatihan kompleks perkantoran Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Museum Benteng Vredeburg, dan Istana Negara Gedung Agung," katanya di Yogyakarta, Jumat (29/4/2011).

Menurut Widi, kawasan Malioboro tetap menjadi tujuan utama kunjungan wisatawan khususnya dari luar daerah, dan akan selalu ramai saat libur akhir pekan maupun libur sekolah dan libur hari besar agama.

"Bagi para wisatawan, belum lengkap rasanya datang ke Yogyakarta jika belum menginjakkan kaki di Malioboro," kata Widi yang yayasannya bergerak di bidang studi pengembangan budaya dan pariwisata berbasis potensi lokal.

Widi menjelaskan, daya tarik Malioboro selain berada di tengah kota, sarana transportasi menuju ke kawasan itu mudah didapat dari segala penjuru kota. "Bagi wisatawan tidak perlu khawatir jika berkunjung ke Malioboro, karena di kawasan itu tersedia informasi Tourism Information Center (TIC), sehingga wisatawan bisa memperoleh informasi dengan jelas mengenai objek wisata di daerah ini," katanya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Malioboro, Suryadi mengatakan kawasan Malioboro masih menjadi tujuan utama wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. "Malioboro memang sudah melegenda, tinggal para pedagang dan pelaku jasa pariwisata di kawasan ini selalu memberikan pelayanan yang baik, sopan dan bersih kepada wisatawan," katanya.

Untuk meningkatkan citra positif Malioboro, lanjut Suryadi, perlu kesadaran dari berbagai pihak terkait termasuk dalam menjaga kawasan ini. Suryadi menambahkan, tidak hanya kebersihan dan kenyamanan, tetapi juga keamanan, dan sadar wisata juga harus ditingkatkan. "Malioboro merupakan aset wisata yang harus dijaga dan pelihara sebaik-baiknya," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau