Kemajuan China Penting bagi Indonesia

Kompas.com - 30/04/2011, 18:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Lembaga Kerjasama Ekonomi, Sosial, dan Budaya Indonesia-China (LIC) H Sukamdani S Gitosardjono menilai, kunjungan Perdana Menteri China Wen Jiabao tepat untuk menegaskan komitmen hubungan RRT-Indonesia dalam bidang perdagangan hingga budaya.

"Kami percaya kemakmuran rakyat Indonesia penting bagi China. Sebaliknya, kemajuan bangsa China juga penting bagi Indonesia," kata Sukamdani dalam sambutannya pada jamuan makan siang yang dihadiri PM China Wen Jiabao dan Wapres Boediono di Jakarta, Sabtu (30/4/2011).

Dalam acara itu hadir mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, Ketua DPR Marzuki Alie, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Perindustrian MS Hidayat, hingga Duta Besar RRT untuk Indonesia Zhang Qiyue.

Selain menyatakan rasa bangganya atas kesediaan PM China menghadiri jamuan makan siang tersebut, Sukamdani juga berharap pemerintah kedua negara dapat terus mendorong dunia usaha untuk terus berkomitmen dalam pengembangan sejumlah sektor industri, di antaranya otomotif, elektronik, pengolahan minyak sawit (CPO), batu bara, pulp dan kertas, hingga pengolahan kakao.

Memang, lanjut Sukamdani, dampak dari berlakunya ACFTA sejak 1 Januari 2010 menurunkan pangsa ekspor produk Indonesia. "Terdapat kecenderungan penurunan pangsa ekspor produk Indonesia ke China dari 52 persen tahun 2009 menjadi 41 persen pada 2010," ungkapnya.

Sedangkan nilai tambah produk ekspor Indonesia lebih kecil dibandingkan produk impor dari China sehingga Indonesia mengalami defisit perdagangan untuk produk industri.

Namun, ia tetap optimistis akan hubungan ekonomi China dengan Indonesia, juga ASEAN dalam lingkup yang lebih besar. Mengingat penduduk ASEAN dan China yang kini telah mencapai sekitar 1,8 miliar atau hampir sepertiga penduduk dunia, potensial bagi pengembangan investasi dan perdagangan.

Untuk memanfaatkan potensi tersebut, Sukamdani mengharapkan reformasi dunia usaha dapat dipercepat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau