JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Lembaga Kerjasama Ekonomi, Sosial, dan Budaya Indonesia-China (LIC) H Sukamdani S Gitosardjono menilai, kunjungan Perdana Menteri China Wen Jiabao tepat untuk menegaskan komitmen hubungan RRT-Indonesia dalam bidang perdagangan hingga budaya.
"Kami percaya kemakmuran rakyat Indonesia penting bagi China. Sebaliknya, kemajuan bangsa China juga penting bagi Indonesia," kata Sukamdani dalam sambutannya pada jamuan makan siang yang dihadiri PM China Wen Jiabao dan Wapres Boediono di Jakarta, Sabtu (30/4/2011).
Dalam acara itu hadir mantan Presiden Megawati Soekarnoputri, Ketua DPR Marzuki Alie, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Perindustrian MS Hidayat, hingga Duta Besar RRT untuk Indonesia Zhang Qiyue.
Selain menyatakan rasa bangganya atas kesediaan PM China menghadiri jamuan makan siang tersebut, Sukamdani juga berharap pemerintah kedua negara dapat terus mendorong dunia usaha untuk terus berkomitmen dalam pengembangan sejumlah sektor industri, di antaranya otomotif, elektronik, pengolahan minyak sawit (CPO), batu bara, pulp dan kertas, hingga pengolahan kakao.
Memang, lanjut Sukamdani, dampak dari berlakunya ACFTA sejak 1 Januari 2010 menurunkan pangsa ekspor produk Indonesia. "Terdapat kecenderungan penurunan pangsa ekspor produk Indonesia ke China dari 52 persen tahun 2009 menjadi 41 persen pada 2010," ungkapnya.
Sedangkan nilai tambah produk ekspor Indonesia lebih kecil dibandingkan produk impor dari China sehingga Indonesia mengalami defisit perdagangan untuk produk industri.
Namun, ia tetap optimistis akan hubungan ekonomi China dengan Indonesia, juga ASEAN dalam lingkup yang lebih besar. Mengingat penduduk ASEAN dan China yang kini telah mencapai sekitar 1,8 miliar atau hampir sepertiga penduduk dunia, potensial bagi pengembangan investasi dan perdagangan.
Untuk memanfaatkan potensi tersebut, Sukamdani mengharapkan reformasi dunia usaha dapat dipercepat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang