Kongres pssi

Komite Normalisasi Majukan Waktu Banding

Kompas.com - 01/05/2011, 10:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komite Normalisasi memajukan waktu banding bagi bakal calon ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota Komite Eksekutif PSSI yang digugurkan oleh Komite Pemilihan.

"Masa sanggah sampai besok (2 Mei). Kemudian kami mulai bekerja pada tanggal 3 Mei hingga 6 Mei. Kami tidak diberi alasan kenapa waktu banding dimajukan," ujar Ketua Komite Banding Ahmad Riyadh Ub saat dihubungi, Minggu (1/5/2011).

Sebelumnya, Komite Normalisasi telah menetapkan jadwal masa sanggah bagi yang tidak puas dengan hasil Komite Pemilihan, yakni pada 30 April hingga 6 Mei. Setelah itu, Komite Banding bekerja untuk mempelajari sanggahan-sanggahan pada 7 Mei dan akan mengumumkan hasilnya pada 13 Mei.

Ahmad menilai, dengan adanya perubahan timeline, hal itu cukup merugikan pihak-pihak yang ingin mengajukan banding. "Ini cukup merepotkan karena mereka harus terburu-buru membuat permohonan banding," kata Ahmad.

Terkait dengan tiga bakal calon ketua umum, yakni George Toisutta, Arifin Panigoro, dan Nirwan Dermawan Bakrie, apakah bisa mengajukan banding, Ahmad mengatakan, "Kita tidak bisa menghalangi orang yang akan mengajukan banding. Yang penting, alasan mereka kuat untuk mengajukan banding."

Ketua Komite Normalisasi PSSI Agum Gumelar telah menegaskan, calon yang ditolak Komisi Pemilihan berdasarkan referensi surat FIFA tanggal 4 dan 21 April tidak bisa mengajukan banding.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau