CILACAP, KOMPAS -
Dari pemantauan di lapangan, sepanjang akhir pekan kemarin, terlihat kerusakan antara lain terjadi di ruas jalan lingkar Kota Cilacap dari Karangkandri hingga Teluk Penyu sepanjang 9 kilometer (km). Kondisi lebih parah terjadi di jalur pesisir antara Kroya-Pantai Ayah, Kabupaten Kebumen. Selanjutnya ruas jalan menuju obyek wisata Pantai Widarapayung; lalu jalur alternatif Kesugihan-Menganti, Kecamatan Rawalo; serta ruas jalan antara Jeruk Legi, Kawunganten, dan Sidareja.
Wakil Bupati Cilacap Tatto S Pamudji, Minggu (1/5), bahkan mengakui total jalan rusak di Cilacap mencapai 90 persen. Dari jalan yang rusak itu, 60 persen rusak parah dan 40 persen rusak sedang. ”Hanya 10 persen yang dapat dilalui dengan nyaman.”
Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih juga mengakui, kerusakan jalan raya jadi penghambat utama wilayah Jateng selatan. Ini sangat berbeda dibanding ruas jalan di pesisir utara. ”Ini akan jadi perhatian kami,” tuturnya. Pemprov Jateng hanya bisa melakukan perbaikan jalan rutin Kebumen-Cilacap, dengan anggaran Rp 311 miliar tahun ini.
Adapun jalan raya provinsi antara Cilacap dan Pantai Pangandaran di Ciamis, Jawa Barat, juga rusak parah. Seperti di ruas Gandrungmangu-Sidareja (2 km) dan Sidareja-Rawaapu (25 km). Kondisi jalan semakin hancur akibat banyaknya truk pengangkut kayu yang melintas di malam hari. Ruas Cilacap-Majenang hingga perbatasan Banjar juga rusak parah.
Kasirun (32), pengemudi bus Cilacap-Pangandaran, mengatakan, perjalanan Sidareja-Rawaapu yang biasanya bisa ditempuh 30 menit, sat ini molor jadi 1,5 jam hingga 2 jam. ”Laju kendaraan hanya bisa 15-30 kilometer per jam karena harus melewati jalanan yang bergelombang dan berlubang,” tuturnya.
Normalisasi jalur lintas Jawa Timur dan Jateng melalui Madiun-Solo diperkirakan memakan waktu minimal satu bulan. Sepanjang hari Minggu kemarin, di ruas jalan nasional Karangrejo terjadi kemacetan sepanjang 200 meter. Titik kemacetan berada di sekitar Jembatan Glodog, yakni 200 meter sebelum Pabrik Gula Purwodadi. Ruas jalan macet dari dua arah, baik arah Madiun maupun arah Solo, secara bergantian.
Sebagaimana diketahui, separuh badan jalan di Kilometer 13 Madiun-Solo, tepatnya di Dusun Glodok, Desa Karangrejo, Kecamatan Karangrejo, mengalami longsor, Minggu (24/4) pagi. Titik longsor tepat sebelum jembatan anak Sungai Bengawan Madiun. Penyebabnya, hujan deras yang menggerus penyangga jalan.
Adapun kerusakan jalan juga terjadi di sebagian ruas jalan dari Kota Padang menuju Kabupaten Solok, Kota Solok, hingga Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Selain kondisi jalan berlubang, ketiadaan lampu penerangan jalan juga menciptakan kondisi yang berbahaya untuk pengemudi. Perjalanan antara Kota Padang dan Kabupaten Solok Selatan sekitar 170 km harus ditempuh sekitar lima jam.(NIK/GRE/INK)