Pakistan

Bom Tewaskan 3 Bocah Dekat Osama Dibunuh

Kompas.com - 03/05/2011, 02:02 WIB

PESHAWAR, KOMPAS.com - Sebuah bom meledak di dekat masjid di Pakistan baratlaut, Senin (2/5/2011), menewaskan seorang wanita dan tiga bocah, hanya beberapa jam setelah AS menyatakan membunuh Osama bin Laden.

Pemboman itu terjadi di kota Charsadda, sekitar 53 kilometer sebelah barat Abbottabad, kota garnisun tempat pasukan AS membunuh Osama dalam tembak-menembak pada Senin pagi.

Masjid itu terletak di dekat kantor polisi, yang tampaknya menjadi sasaran, kata kepala kepolisian setempat Nisar Khan Marwat. Lima orang juga terluka, dua di antaranya polisi, katanya.

Bom itu merusak masjid tersebut dan dinding luar kantor polisi itu, tambahnya. Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, namun Taliban dan militan yang terkait dengan Al-Qaeda biasanya dituduh melakukan serangan bom terhadap sasaran sipil dan pasukan keamanan pemerintah di Pakistan yang telah menewaskan 4.240 orang.

Sehari sebelumnya, Minggu, gerilyawan yang bersenjatakan senapan Kalashnikov dan roket membunuh empat polisi dan membakar enam kendaraan NATO di jalan utama yang menuju wilayah baratlaut dari ibu kota Pakistan, Islamabad, kata polisi.

Serangan itu terjadi di dekat sebuah restoran pinggiran jalan di Pindi Gheb dekat Attock, sekitar 60 kilometer dari Islamabad.

Tanker dan truk NATO seringkali menjadi sasaran serangan di Pakistan yang dituduhkan pada Taliban dan gerilyawan lain yang berusaha mengacaukan pemasokan bagi pasukan internasional pimpinan AS yang memerangi Taliban dan Al-Qaeda di Afghanistan.

Sebagian besar perbekalan dan peralatan bagi pasukan asing di Afghanistan dikirim melalui Pakistan, namun militer AS kini semakin sering menggunakan jalur altenatif melalui Asia tengah.

Pakistan mendapat tekanan internasional yang meningkat agar menumpas kelompok militan di wilayah baratlaut dan zona suku di tengah meningkatnya serangan-serangan lintas-batas gerilyawan terhadap pasukan internasional di Afghanistan.

Kawasan suku Pakistan, terutama Bajaur, dilanda kekerasan sejak ratusan Taliban dan gerilyawan Al-Qaeda melarikan diri ke wilayah itu setelah invasi pimpinan AS pada akhir 2001 menggulingkan pemerintah Taliban di Afghanistan.

Pasukan Pakistan meluncurkan ofensif udara dan darat ke kawasan suku Waziristan Selatan pada 17 Oktober 2009, dengan mengerahkan 30.000 prajurit yang dibantu jet tempur dan helikopter meriam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau