CILACAP, KOMPAS -
Pantauan Kompas, Senin (2/5), kerusakan ruas jalan di Cilacap semakin parah saat menuju ke arah barat yang berbatasan dengan Kabupaten Ciamis. Jalan alternatif selatan Jawa di ruas Kecamatan Patimuan menuju Sidareja sepanjang 20 kilometer, rusak parah.
Selanjutnya, jalan nasional dari Sidareja hingga perbatasan Kalipucang Pangandaran (Jawa Barat) sekitar 50 kilometer juga rusak parah. Ruas jalan ini merupakan jalur penting di pantai selatan Jawa yang menghubungkan Pangandaran, Ciamis, Jabar, menuju Cilacap, Jateng.
Ruas jalan Patimuan-Sidareja penuh lubang-lubang besar dengan permukaan aspal yang mengelupas dan bergelombang. Semua jenis kendaraan yang melintas harus merayap pelan dengan kecepatan 10 kilometer per jam, kadang harus berhenti untuk bergantian melintas.
Padahal, ruas ini merupakan jalan nasional dan merupakan alternatif jalur mudik Lebaran di selatan Jawa, terutama antara Banjar-Karangpucung-Cilacap-Purwokerto.
Menurut Ade Suryani (45), warga Desa Rawaapu, Cilacap, kerusakan jalan di ruas menuju Pantai Pangandaran sudah berlangsung setengah tahun terakhir dan nyaris tanpa perbaikan. Kerusakan makin parah karena truk-truk besar dan bus juga melintasi jalur ini.
”Kalau mau ke Cilacap jadi repot. Banyak warga yang justru bekerja di Ciamis dan Banjar,” kata Ade.
Bukan hanya itu, warga di Kecamatan Patimuan dan sekitarnya juga memilih belanja di Banjar dan Pangandaran. ”Tiap minggunya, saya belanja ke Banjar. Malas ke Cilacap, jalannya rusak semua,” kata Sukendar (37), warga Cilopadang di Kecamatan Majenang.
Menurut Sekretaris Paguyuban Warga Cilacap Barat, Abas Rosadi, warga bahkan bisa menanam padi di lubang-lubang jalan rusak itu. Di jalur Desa Cinyawang, misalnya, padi yang ditanam di badan jalan itu sudah dua kali dipanen.
Karena itu, Warga Cilacap barat berharap pemerintah benar-benar serius memerhatikan infrastruktur di wilayahnya, yang saat ini kesannya terpencil karena aksesnya yang sulit.