Infrastruktur

Warga Cilacap Barat Panen Padi di Jalan Rusak

Kompas.com - 03/05/2011, 03:40 WIB

CILACAP, KOMPAS - Kerusakan jalan di wilayah Kabupaten Cilacap bagian barat, yang berbatasan langsung dengan Jawa Barat, sangat parah dan minim perhatian. Akibatnya, masyarakat lebih banyak melakukan kegiatan ekonomi di Pantai Pangandaran, Kabupaten Ciamis, atau di Kota Banjar yang infrastrukturnya lebih memadai.

Pantauan Kompas, Senin (2/5), kerusakan ruas jalan di Cilacap semakin parah saat menuju ke arah barat yang berbatasan dengan Kabupaten Ciamis. Jalan alternatif selatan Jawa di ruas Kecamatan Patimuan menuju Sidareja sepanjang 20 kilometer, rusak parah.

Selanjutnya, jalan nasional dari Sidareja hingga perbatasan Kalipucang Pangandaran (Jawa Barat) sekitar 50 kilometer juga rusak parah. Ruas jalan ini merupakan jalur penting di pantai selatan Jawa yang menghubungkan Pangandaran, Ciamis, Jabar, menuju Cilacap, Jateng.

Ruas jalan Patimuan-Sidareja penuh lubang-lubang besar dengan permukaan aspal yang mengelupas dan bergelombang. Semua jenis kendaraan yang melintas harus merayap pelan dengan kecepatan 10 kilometer per jam, kadang harus berhenti untuk bergantian melintas.

Padahal, ruas ini merupakan jalan nasional dan merupakan alternatif jalur mudik Lebaran di selatan Jawa, terutama antara Banjar-Karangpucung-Cilacap-Purwokerto.

Menurut Ade Suryani (45), warga Desa Rawaapu, Cilacap, kerusakan jalan di ruas menuju Pantai Pangandaran sudah berlangsung setengah tahun terakhir dan nyaris tanpa perbaikan. Kerusakan makin parah karena truk-truk besar dan bus juga melintasi jalur ini.

”Kalau mau ke Cilacap jadi repot. Banyak warga yang justru bekerja di Ciamis dan Banjar,” kata Ade.

Bukan hanya itu, warga di Kecamatan Patimuan dan sekitarnya juga memilih belanja di Banjar dan Pangandaran. ”Tiap minggunya, saya belanja ke Banjar. Malas ke Cilacap, jalannya rusak semua,” kata Sukendar (37), warga Cilopadang di Kecamatan Majenang.

Menurut Sekretaris Paguyuban Warga Cilacap Barat, Abas Rosadi, warga bahkan bisa menanam padi di lubang-lubang jalan rusak itu. Di jalur Desa Cinyawang, misalnya, padi yang ditanam di badan jalan itu sudah dua kali dipanen.

Karena itu, Warga Cilacap barat berharap pemerintah benar-benar serius memerhatikan infrastruktur di wilayahnya, yang saat ini kesannya terpencil karena aksesnya yang sulit. (GRE)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau