Osama Gunakan Istri sebagai Tameng

Kompas.com - 03/05/2011, 11:03 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com — Osama bin Laden menggunakan salah seorang istrinya sebagai perisai manusia dalam upaya menyelamatkan nyawanya sendiri ketika diserang pasukan rahasia AS, kata seorang pejabat tinggi AS, Senin (2/5/2011).

"Ada keluarga di kompleks itu dan ada seorang perempuan yang berada dalam rentetan tembakan, yang menurut laporan telah digunakan sebagai perisai untuk melindungi Bin Laden dari tembakan," kata John Brennan, seorang pejabat kontraterorisme AS. "Itu yang saya ketahui," kata Brennan terkait laporan tentang wanita yang ditembak mati Navy SEAL dalam baku tembak di sebuah kompleks di Abbottabad, Pakistan.

Brennan mengatakan, tidak sepenuhnya jelas "apakah Bin Laden sendiri atau putranya atau siapa yang menempatkan perempuan itu di sana atau apakah dia menempatkan dirinya di situ. Dari sebuah perspektif visual, inilah Bin Laden yang telah menyerukan serangan, tinggal di sebuah kompleks bernilai satu juta dollar, tinggal di daerah yang jauh dari medan perang, bersembunyi di balik perempuan yang diletakkan di depan dia sebagai perisai," kata Brennan.

"Saya pikir itu benar-benar mengungkapkan betapa palsunya kisah tentang dia selama bertahun-tahun, dan sekali lagi melihat apa yang Bin Laden lakukan, bersembunyi di sana, sementara ia menempatkan orang-orang lain di luar sana untuk melakukan serangan, lagi-lagi, (ia) hanya berbicara."

Dalam serbuan pasukan khusus AS pada Minggu malam itu, selain perempuan tersebut, Osama bin Laden juga tewas tertembak di kepala. Pejabat senior AS itu mengatakan, dua saudara Osama bin Laden yang diyakini sebagai kurirnya dan salah satu putranya juga tewas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau