Pemilik Bontang FC Siap Dipenjara demi GT dan AP

Kompas.com - 03/05/2011, 18:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemilik klub Bontang FC, yang juga Ketua Pusat Hubungan Masyarakat Kalimantan Timur, Udin Mulyono, menyatakan, pihaknya siap untuk memboikot kongres PSSI pada 20 Mei mendatang jika Goerge Toisutta dan Arifin Panigoro tetap dicekal Komite Normalisasi.

Kedua sosok ini memang ditolak oleh Komite Normalisasi (KN) untuk terus maju sebagai calon ketua umum dan wakil ketua umum PSSI periode 2011-2015. KN menolak keduanya berdasarkan referensi surat FIFA tanggal 4 April dan 21 April lalu.

Banyak pihak pendukung Toisutta dan Arifin memprotes keputusan KN tersebut. Salah satunya adalah Pusat Hubungan Masyarakat (PHM) Kaltim. Bahkan, PHM Kaltim melakukan demo di depan kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Selasa (3/5/2011), untuk meminta KONI menindaklanjuti masalah ini.

"Kami akan memboikot kongres (20 Mei) jika Komite Normalisasi tetap tidak mengizinkan Toisutta dan Arifin maju sebagai calon ketua umum dan wakil ketua umum PSSI. Bahkan, saya siap dipenjara karena hal ini," kata Udin seusai bertemu perwakilan KONI, Selasa (3/5/2011).

"Kami yakin, hanya Toisutta dan Arifin yang mampu menuntaskan permasalahan PSSI saat ini," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau