Malang, Kompas -
Pertandingan ini merupakan laga kandang terakhir Arema. Kekalahan ini semakin membenamkan Arema di dasar klasemen Grup G dengan nilai satu dari hasil lima kali bermain: satu kali seri dan empat kali kalah.
Arema masih punya satu laga tandang ke markas klub Korea Selatan, Jeonbuk Hyundai Motors, yang sekarang memimpin klasemen dengan nilai 12. Namun apa pun hasilnya, bagi Arema, sudah tidak berpengaruh.
Kemenangan Cerezo atas Arema mendongkrak mereka ke posisi kedua klasemen dengan nilai sembilan. Mereka unggul dua poin dari saingan lainnya, Shandong Luneng (China), yang akan mereka jamu pada laga terakhir. Shandong tertahan di peringkat ketiga setelah menyerah 1-2 saat menjamu Jeonbuk kemarin.
Menghadapi Cerezo, Arema awalnya bermain agresif. Bahkan pada menit pertama, tim berjulukan ”Singo Edan” ini membuka peluang menjebol gawang Cerezo Osaka yang dikawal Kim Jin-hyeon melalui Esteban Guillen.
Sayangnya, pemain yang lama diistirahatkan karena cedera itu hanya mampu terpaku melihat bola bergulir di depannya hingga melewati gawang.
Cerezo bermain lebih hati-hati dengan membiarkan bomber Rodrigo Pimpao Vianna menjadi ujung tombak serangan, yang didukung barisan gelandang seperti Takashi Inui, Luis Martinez, dan Hiroshi Kiyotake.
Serangan tertata dari lini belakang hingga depan pun beberapa kali mengancam gawang Singo Edan yang dikawal Kurnia Meiga. Menit ke-30 menjadi titik tolak bagi kubu Cerezo Osaka.
Gelandang Hiroshi Kiyotake mampu memanfaatkan umpan dari Kurata Shu, menerobos beberapa pemain belakang Arema Indonesia, lalu menjebloskan si kulit bundar ke gawang Kurnia Meiga. Tim tamu dari Negeri Matahari Terbit pun unggul satu gol.
Karena unggul terlebih dahulu, kepercayaan diri para pemain Cerezo kian meningkat. Beberapa kali mereka melepaskan umpan-umpan panjang dalam serangan balik langsung terarah ke gawang Arema Indonesia.
Strategi ini kembali menunjukkan hasil pada menit ke-43. Sebuah serangan balik cepat melalui umpan lambung panjang ke arah gawang Singo Edan dengan cantik berhasil diselesaikan Rodrigo Pimpao Vianna (asal Brasil) dan menjadi gol kedua bagi Cerezo. Hingga turun minum, kedudukan 0-2 untuk Cerezo Osaka.
Memasuki babak kedua, Cerezo kembali membuat para pemain Singo Edan terpana dengan permainan cepat. Umpan lambung dari sisi kanan gawang Arema berhasil dijadikan gol ketiga bagi anak asuh Levir Culpi melalui kaki Takashi Inui, yang berjaga di depan gawang Arema.
Setelah memimpin tiga gol, barisan Cerezo terlihat semakin bernafsu menyerang. Sebaliknya pemain Singo Edan mulai terlihat putus asa. Barisan pertahanan mereka terlihat semakin rapuh dari menit ke menit.
Beberapa kali serangan Cerezo membahayakan gawang Ahmad Kurniawan yang diturunkan pada babak kedua, menggantikan Kurnia Meiga. Menit ke-60, Cerezo menambah gol melalui kaki Takashi Inui, memanfaatkan umpan terobosan dari depan gawang Arema. Kedudukan 0-4 untuk Cerezo bertahan hingga akhir.
”Kami sebenarnya bermain bagus pada 30 menit pertama. Namun, dua gol langsung pada babak pertama ditambah gol cepat pada babak kedua membuat kami sulit berkembang,” tutur Pelatih Arema Miroslav Janu.
Pelatih Cerezo Osaka Levir Culpi mengaku cukup senang dengan kemenangan ini. ”Saya senang dengan kemenangan ini. Hasil ini cukup penting bagi kami. Semoga pada laga berikutnya kami terus bisa meraih poin,” ujar Levir.
Pada laga lain di Grup H, klub Korea Selatan, Suwon Samsung Blue, dan klub Jepang, Kashima Antlers, sama-sama meraih poin penuh. Keduanya memastikan lolos ke babak berikutnya.
Suwon memimpin dengan nilai sembilan setelah menang 3-1 dari Sidney FC. Kashima juga mengoleksi nilai sembilan setelah menang 2-0 atas Shanghai Shenhua.