Haruskah Takut Melahirkan di Atas Usia 35?

Kompas.com - 04/05/2011, 08:56 WIB

KOMPAS.com — Karena berbagai alasan, akhirnya Anda menikah di usia 35 tahun. Hal ini membuat Anda gembira, karena kini Anda bisa mulai membangun keluarga. Namun, ada kekhawatiran usia yang tak lagi muda akan memengaruhi kemungkinan hamil dan melahirkan bayi yang sehat. Wajarkah kekhawatiran seperti ini?

Hingga tahun 2000, satu dari setiap 12 bayi dilahirkan dari ibu yang berusia 35 tahun atau lebih. Hal tersebut dikatakan Glade B. Curtis, MD, anggota dewan American College of Obstetricians and Gynecologists, dalam bukunya, Kehamilan di Atas Usia 30.

Menurut dia, kelahiran pertama untuk perempuan dalam usia 30-an tahun pada 1990 berjumlah sekitar seperempat dari semua kelahiran pada perempuan golongan usia tersebut. Setiap hari di Amerika Serikat, hampir 200 perempuan berusia 35 tahun atau lebih melahirkan bayi pertama mereka. Pergeseran usia melahirkan dipengaruhi banyak hal, antara lain semakin luas peran wanita di sektor publik, majunya teknologi kedokteran, dan bergesernya usia pernikahan.

Setelah usia 30 tahun, seorang wanita dapat mengalami penurunan kesuburan akibat penurunan jumlah produksi sel telur yang sehat, penurunan produksi hormon wanita, disertai dengan penurunan jumlah sperma pasangan, penurunan frekuensi melakukan hubungan seksual, dan kondisi fisik yang tidak lagi optimal.

Namun, pengontrolan kehamilan dan pemeriksaan rutin medis dapat mengatasi kemungkinan-kemungkinan komplikasi yang timbul saat kehamilan di atas 30 tahun. Ada baiknya kita menyadari risiko yang akan dihadapi dan berusaha meminimalisasi sesuai dengan anjuran dokter.

"Sekarang ini, banyak tenaga kesehatan mengukur risiko kehamilan dengan status kesehatan wanita hamil, bukan dari usianya. Kondisi medis yang ada sebelumnya merupakan indikator kesejahteraan wanita dan kesehatan bayinya. Seorang wanita sehat usia 39 tahun sepertinya tidak akan mengalami masalah-masalah kehamilan dibandingkan misalnya wanita berusia 20 tahun yang menderita diabetes. Tingkat kebugaran seorang wanita memberikan dampak yang besar terhadap kehamilannya," kata Glade.

(Prevention Indonesia/Rooslain Wiharyanti)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau