Teror bom

Ada Majalah, Cerobong, dan Sumbu

Kompas.com - 04/05/2011, 12:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mobil Isuzu Panther bernomor polisi F 1790 FC di kompleks Gelora Bung Karno dicurigai menyimpan paket mencurigakan. Di dalamnya ditengarai terdapat sumbu api dan cerobong plastik di bawah kap mesin mobil, sementara dua kotak dan sebuah majalah di jok tengah.

Hal itu disampaikan satpam kompleks Senayan, Asmawi, yang sempat mengecek ke dalam mobil itu. "Karena ada sumbu api, majalah, dua kotak, dan cerobong plastik tempat sumbunya, kami jadi curiga dan langsung lapor ke polisi yang sedang berjaga di sini," ungkap Asmawi, Rabu (4/5/2011), saat dijumpai di lokasi.

Di dalam mobil tersebut juga terdapat banyak dokumen yang berserakan. "Pokoknya di dalamnya itu berantakan," ujarnya.

Mobil itu diketahui sudah berada di dekat pintu masuk Pintu 1 Senayan sejak semalam. Saat ini, tim Gegana sudah melakukan pengamanan. Lokasi mobil yang mencurigakan itu dibatasi garis polisi dalam radius 150 meter.

Penemuan paket mencurigakan itu berdekatan dengan penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN (KTT ASEAN) yang juga dilaksanakan di kompleks Gelora Bung Karno, Senayan. Konferensi tepatnya akan berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC). Sebanyak 10 kepala negara hadir, yakni dari Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Wakil Presiden RI Boediono juga sempat mendatangi JCC pada pagi tadi untuk memantau persiapan menjelang KTT. Ia berkunjung sesaat setelah pihak tim Gegana mengamankan paket mencurigakan tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau