Perahu terbalik

Jasad Darsini Ditemukan di Banaran

Kompas.com - 04/05/2011, 16:22 WIB

BOJONEGORO, KOMPAS.Com -  Satu lagi korban perahu terbalik di Bengawan Solo ditemukan telah meninggal dunia di Desa Banaran, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Rabu (4/5).

Korban meningal yang ditemukan adalah  Darsini (40), warga Dusun Sumberrejo Kentong, Desa Padang, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro. Istri  Sutikno itu adalah salah satu korban yang dinyatakan hilang, dalam musibah terbaliknya perahu di penyeberangan trayek Padang, Kecamatan Trucuk, ke Sukoharjo Kecamatan Kalitidu.

Adik korban, Yasir, menuturkan, pakaian yang dikenakan persis sama saat berangkat. Darsini mengenakan baju atasan bercoak garis dan bawahan warna ungu. Selain itu ciri penguat adalah gigi kanan tanggal setelah dicabut di Puskesmas Wisma Indah.

Senin lalu Darsini berangkat bersama korban selamat Nuryanti (35). Tetapi Nuryanti beruntung bisa berpegangan pada perahu yang terbalik bersama dua korban selamat lainnya yakni Shinta Qoirul Nisa dan Novita Sari dua pelajar. Ketiganya akhirnya ditolong warga.

Kepala Desa Padang, Sudiyono, menyatakan insiden itu sangat memilukan dan warga satu desa berduka. Warga Padang sudah biasa diterjang banjir Bengawan Solo, tetapi tragedi musibah terbaliknya perahu hingga banyak korban baru kali ini terjadi. Peristiwa pahit ini sulit dilupakan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau