West madura offshore

Pemprov Jatim Minta Dilibatkan

Kompas.com - 04/05/2011, 20:58 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Gubernur Jawa Timur Soekarwo meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta BP Migas melibatkan daerah ini dalam pengelolaan blok migas West Madura Offshore (WMO). Jika diberi jatah saham 49 persen, Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak akan kesulitan mencari modal dan menggandeng pihak ketiga.

Soekarwo di Surabaya, Rabu (4/5/2011), menyatakan, pemerintah justru memberikan kepada Pure Link Investment dan Sinergindo. "Sekarang giliran Pemprov Jatim yang tidak diberi jatah. Ini, kan, tidak benar. Kalau ingin membangun suatu daerah dalam teori ekonomi, pendapatan yang dikeruk di daerah harus dikembalikan ke daerah itu juga," ujarnya.

Secara terpisah anggota DPRD Jatim, Nizar Zahro, mengatakan, hak pengelolaan untuk Pemprov Jatim idealnya sekitar 10 persen. "Jika mendapat jatah hingga 45 persen, pemprov akan kebingungan mencari mitra untuk mengelola blok migas tersebut," katanya.

Seperti diberitakan, untuk kontrak baru pengelolaan blok migas West Madura Offshore (WMO), pemerintah memutuskan komposisi Pertamina 60 persen, serta masing-masing 10 persen untuk Kodeco, CNOOC, PT Pure Link Investment, dan PT Sinergindo. Jatim sebagai daerah penghasil sama sekali tidak mendapat jatah.

Jika Jatim dan Kabupaten Bangkalan, lanjut Soekarwo, tidak dilibatkan dalam hak kelola dan partisipasi blok migas WMO, dalam agama itu disebut melanggar sunah. "Pokoknya selama Jatim tidak dilibatkan, ya, tetap ditolak," kata Soekarwo, yang sudah ke BP Migas di Jakarta, Selasa (3/5/2011).

Pada kesempatan itu Soaekarwo mengatakan, surat tanggal 25 April 2011 tentang Jatim meminta 25 persen akan direvisi menjadi 49 persen. Dalam waktu dekat akan dikirim surat menyangkut revisi kepemilikan saham kepada WMO.

Pertimbangannya untuk meminta jatah hak pengelolaan lebih besar dari jatah participating interest (PI) sebesar 10 persen karena dalam RUU Migas memberi kewenangan besar bagi daerah penghasil untuk ikut mengelola bisnis migas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau