Lewat Gerak Tubuh, Ronaldo-Mou Sindir UEFA

Kompas.com - 05/05/2011, 03:45 WIB

BARCELONA, KOMPAS.com — Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, dan penyerang Cristiano Ronaldo kembali melakukan tindakan kontroversial setelah bermain imbang 1-1 melawan Barcelona di leg kedua semifinal Liga Champions, Rabu (4/5/2011) dini hari WIB. Lewat gerak tubuh, mereka menyindir UEFA.

Setelah gagal ke final karena kalah agregat 1-3 dari Barcelona, kedua pria asal Portugal itu terlihat murung saat ditemui puluhan wartawan dan fotografer yang menunggu di bandara.

Saat awak media melontarkan sejumlah pertanyaan, Ronaldo dan Mourinho memperlihatkan gesture yang tidak bersahabat. Sambil berjalan, Ronaldo terlihat hanya menggerakkan jari-jemari tangan kanannya sambil mengatakan, "Robbed (dicuri)."

Begitu juga dengan Mourinho. Ia hanya menggerakkan jari-jemarinya tanpa mengucapkan sepatah kata pun saat diberondong pertanyaan oleh wartawan.

Kuat dugaaan, gesture mereka merupakan sindiran kepada UEFA yang dituding aktor di balik tersingkirnya Madrid dari Liga Champions. Sejak leg pertama semifinal Liga Champions, Madrid selalu merasa dicurangi oleh wasit. Hal itu berkaitan dengan diusirnya Pepe pada pertandingan tersebut. Mourinho menuding ada konspirasi besar di balik kemenangan Barca 2-0 (leg pertama).

Di leg kedua, Madrid kembali merasa dirugikan dengan kepemimpinan wasit Frank de Bleeckere. Mereka memprotes keputusan wasit asal Belgia itu yang menganulir gol Gonzalo Higuain pada menit ke-46.

Wasit tidak mengesahkan gol itu karena menilai Ronaldo terlebih dulu melanggar Javier Mascherano sebelum melepaskan umpan. Padahal, dalam tayangan ulang, sepertinya Ronaldo tak terlalu menyentuh Mascherano. Protes yang sama disampaikan oleh Iker Casillas dan Xabi Alonso.

Akibat tindakannya tersebut, Mourinho dan Ronaldo terancam mendapatkan sanksi dari UEFA. (MO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau