Pelayanan

Sekolah Inklusi Terus Diperluas

Kompas.com - 05/05/2011, 04:12 WIB

Lembata, Kompas - Keberadaan sekolah luar biasa di daerah tidak bisa menjadi andalan untuk melayani anak-anak berkebutuhan khusus. Hal ini disebabkan lokasi SLB biasanya di kota, sedangkan para siswa tersebar di berbagai tempat.

Seperti di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, misalnya, sekitar 27 persen anak- anak sekolah dasar teridentifikasi berkebutuhan khusus. Karena ketidaktahuan guru, para siswa tersebut mendapat perlakuan sama dalam pembelajaran sehingga prestasi mereka tertinggal dibandingkan dengan anak-anak lainnya.

Bonefantura Solo, Kepala SD Inpres Lewoleba I, Selasa (3/5), mengatakan, selama ini para guru tidak pernah dibekali dengan kemampuan untuk mengindentifikasi setiap anak. Baru tahun lalu para guru mendapat pengetahuan soal anak-anak berkebutuhan khusus.

Menurut Bonefantura, anak-anak berkebutuhan khusus yang umumnya dijumpai adalah yang lamban belajar.

Hanya ada satu

Alex T Making, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga wakil Kabupaten Lembata, mengatakan, di Lembata hanya ada satu sekolah luar biasa (SLB) dan belum ada guru khusus.

Padahal, dari survei yang dilakukan Dinas Pendidikan bersama Plan International Program Unit Lembata, serta Universitas Negeri Jakarta, cukup banyak anak-anak berkebutuhan khusus. ”Karena itu, kami akhirnya berencana untuk membuat sekolah reguler menjadi sekolah inklusi," kata Alex.

M Thanmrin, Program Unit Manager Plan Indonesia Unit Lembata, mengatakan, daerah ini perlu mengembangkan sekolah inklusi. Sebagai tahap awal, 10 dari 173 SD yang mewakili tiap-tiap kecamatan dijadikan sekolah percontohan sekolah inklusi. Plan Indonesia mendampingi dalam pelatihan dan penyiapan sekolah untuk menjadi sekolah inklusi. (ELN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau