Lalu lintas dalam kota

Truk dan Kontainer Masih Berseliweran

Kompas.com - 05/05/2011, 11:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya melarang truk dan kontainer melintas di sepanjang tol dalam kota yang melalui Semanggi mulai Kamis (5/5/2011) pagi. Akan tetapi, larangan ini tampaknya tidak dipatuhi.

Di sepanjang tol dalam kota dari Semanggi hingga Cawang sejak pagi masih tampak truk dan kontainer lalu lalang. Truk ukuran sedang hingga besar dengan label merek elektronik hingga kargo masih melenggang bebas di tol dalam kota.

Selain itu, kontainer juga masih terlihat melintas meski tak mengangkut muatan. Padahal, sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman menyatakan, angkutan berat sama sekali tidak boleh melalui tol dalam kota.

"Tidak boleh lewat Semanggi. Angkutan barang mulai besok (Kamis) pakai Tol Tanjung Priok," ujar Sutarman, Rabu (4/5/2011) di Senayan, Jakarta.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono menuturkan, pelarangan angkutan berat mulai diberlakukan Rabu (4/5/2011) hingga Senin (9/5/2011) setiap pukul 05.00-22.00.

"Selain jam itu, tetap bisa lewat (Semanggi)," kata Pristono.

Dengan pengalihan arus tersebut, Pristono tidak memungkiri akan terjadi penumpukan kendaraan di tol Tanjung Priok-Ancol. "Jalan tol akan steril dari angkutan barang, rombongan kontingen memang tidak lewat tol, tapi jika ada penutupan jalan akan berdampak ke jalan tol," lanjutnya.

Seperti diberitakan, menjelang penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi Ke-18 ASEAN di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Sabtu-Minggu (7-8/5/2011), sejumlah kebijakan terkait lalu lintas diberlakukan di Jakarta. Kebijakan itu diambil untuk memperlancar arus lalu lintas menjelang dan saat berlangsungnya KTT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau