PADANG, KOMPAS.com - Kelangkaan BBM di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat yang sudah memasuki bulan ketiga belum juga teratasi. Sejumlah aktivis Yayasan Citra Mandiri Mentawai di Kota Padang, Jumat (6/5/2011) mengatakan akibat hal tersebut kehidupan warga mulai terancam.
Aktivitas warga terancam dengan kelangkaan BBM itu karena sangat bergantung pada transportasi dengan kapal bermesin. Terutama warga yang tinggal di hulu sungai sangat kesulitan untuk mengakses layanan kesehatan dan pemerintahan di bagian hilir.
Koordinator Divisi Organisasi dan Pengembangan Ekonomi Yayasan Citra Mandiri Mentawai, Yosep Sarogdok mengatakan, program pemulihan pasca tsunami juga terganggu karena hal itu.
Yosep menambahkan, pembangunan kembali permukiman di sejumlah desa terdampak tsunami juga terpegaruh oleh kelangkaan BBM.
Ia mengatakan, saat ini dalam satu bulan praktis hanya sekitar satu minggu yang bisa dipergunakan untuk bahan bakar mesin perahu dan mesin pemotong kayu.
"Bahan bakar biasanya habis setelah satu minggu, dan setelah kita ingin beli kembali sudah tidak ada lagi. Baru sekitar tiga minggu kemudian bisa dibeli lagi," kata Yosep.
Menurut Yosep, hal itu akan semakin buruk jika badai muncul di tengah-tengah masa pekerjaan. Bahan bakar yang dibutuhkan akan semakin banyak dengan resiko masa kerja yang semakin panjang.
Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kepulauan Mentawai, Bastian Sirirui saat berada di Kota Padang sehari sebelumnya mengatakan pemilukada di Kabupaten Kepulauan Mentawai terancam batal. Pemilukada yang akan digelar pada 10 Oktober mendatang itu terancam karena makin langkanya ketersediaan bahan bakar.
Ia mengatakan, satu liter bensin kini bisa mencapai Rp 15.000. Namun menurut Bastian, itupun relatif sulit diperoleh karena biasanya BBM akan langsung ludes dalam masa satu hari setelah sampai dari Kota Padang.
Kabupaten Kepulauan Mentawai yang terdiri atas Pula u Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, dan Pulau Pagai Selatan terbagi dalam 10 wilayah kecamatan. Transportasi dari dan ke sejumlah titik antarkecamatan mengandalkan perahu bermesin yang sangat tergantung ketersediaan bahan bakar.
Pelaksana tugas Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai Faisal Syarif saat dihubungi pada hari yang sama mengatakan sudah dilakukan rapat tingkat Muspida untuk mengatasi kelangkaan BBM.
Namun hingga saat ini belum diketahui berapa banyak total BBM, yang dibutuhkan di wilayah Kepulauan Mentawai dalam masa satu bulan.
Menurut Faisal, agak sulit melakukan penghitungan total kebutuhan BBM itu secara rinci karena terkait dengan berbagai faktor seperti cuaca yang tidak menentu. "Namun akan kita ketahui hasil perhitungan kebutuhan BBM itu dalam waktu dekat," katanya.
Sebelumnya Sales Representative Retail Rayon Pertamina Sumbar I Ketut Permadi menyatakan pihaknya menambah jumlah pasokan BBM ke Kabupaten Kepulauan Mentawai sejak Selasa (26/4/2011) lalu.
Masing-masing ditambah 50 kiloliter premium dan 50 kiloliter solar dari jatah sebelumnya yang hanya 200 kiloliter premium dan 112 kiloliter solar untuk kebutuhan per bulannya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang